5 Kesalahan Saat Menyiapkan Dana Pendidikan Anak, Simak Baik-baik Agar Tak Terulang
Sebagai orang tua, penting bagi Anda melakukan perencanaan dana pendidikan anak. Salah satunya dengan menghitung jumlah biaya pendidikan sang anak.
3. Mengabaikan Inflasi
Rista menjelaskan, setidaknya rata-rata inflasi biaya pendidikan di Indonesia adalah 15-20 persen per tahun.
Ada juga beberapa sekolah yang mengalami kenaikan 10 persen per semester atau setara dengan 21 persen per tahun.
“Perhitungannya akan jauh lebih kompleks, jika orang tua ingin menyekolahkan anak ke luar negeri,” jelasnya.
Baca juga: Jadi Syarat Daftar CPNS 2021, Simak Cara Cek Akreditasi Perguruan Tinggi dan Prodi Klik banpt.or.id
4. Salah Menentukan Waktu
Terkadang, ada orang tua yang salah dalam memperkirakan antara waktu dan biaya pendidikan yang dibutuhkan.
“Pada saat Anda menentukan periode waktu, perlu disesuaikan dengan umur anak saat ini,” ujar Rista.
Bila anak Anda masih bayi yang berusia 0 tahun, maka sedikitnya ada 5 tahapan waktu yang perlu diperhatikan:
- Masuk Playgroup & TK sekitar 3 tahun dari sekarang. Anda perlu membuat strategi investasi tujuan jangka menengah.
- Masuk SD sekitar 6 tahun dari sekarang. Anda perlu membuat strategi tujuan jangka menengah dan panjang.
- Masuk SMP sekitar 12 tahun lagi. Anda perlu membuat strategi tujuan jangka panjang.
- Masuk SMA sekitar 15 tahun lagi. Anda perlu membuat strategi tujuan jangka panjang.
- Masuk Kuliah S1 sekitar 18 tahun lagi. Anda perlu membuat strategi tujuan jangka panjang.
5. Berinvestasi Tanpa Rencana
Sebelum berinvestasi, Anda perlu mengetahui seberapa banyak sebaiknya Anda menabung, produk investasi mana yang cocok, berapa jumlahnya, kapan waktu mulainya, dan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-pecahan-kertas.jpg)