Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Tangsel Krisis Oksigen, Penambahan Tempat Tidur Isolasi Covid-19 RSU Serpong Utara Macet

RSU Serpong Utara yang memang dikhususkan untuk menangani pasien Covid-19 baru dibuka sebanyak 25 tempat tidur.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di rumah dinasnya, Jalan Sunburst CBD, Lengkong Gudang, Serpong, Senin (28/6/2021). Benyamin akan memaksimalkan RSU Serpong Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Rumah sakit rujukan Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) mulai penuh, Pemerintah Kota menaruh harapan besar pada Rumah Sakit Umum (RSU) Serpong Utara.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, saat ini, RSU Serpong Utara yang memang dikhususkan untuk menangani pasien Covid-19 baru dibuka sebanyak 25 tempat tidur.

Orang nomor satu di Tangsel itu akan memaksimalkannya sampai 100 tempat tidur. 

Pihaknya tengah mempersiapkan alat kesehatan termasuk tabung oksigen untuk operasional tambahan tempat tidur itu.

"Saya sedang mengaktifkan Rumah Sakit Serpong Utara, Rumah Sakit Serpong Utara itu eksistingnya bisa 70 bed, tapi yang sekarang bisa digunakan baru 25 bed. Dan itu sudah full, kenapa baru 25 bed, tabung oksigennya."

"Jadi sekarang lagi diusahakan tabung oksigennya untuk sampai 70 tempat tidur, bahkan saya dorong sampai 100," kata Benyamin di rumah dinasnya, Jalan Sunburst CBD, Lengkong Gudang, Serpong, Senin (28/6/2021).

Baca juga: Cek di Sini Daftar Lengkap 140 Rumah Sakit Covid-19 di DKI

Ben, sapaan karib Benyamin, mengakui Tangsel krisis oksigen. 

Dinas Kesehatan diminta untuk mencari produsen oksigen medis untuk segera diborong demi kebutuhan penanganan pasien Covid-19

"Iya memang sangat terdampak (krisis oksigen)," kata Ben singkat.

"Saya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk menyegerakan apakah tabung baru atau isi ulang, minta bantuan pihak ketiga penyedia jasanya," kata Ben.

Baca juga: RS di Tangsel Penuh, Banyak Pasien Covid-19 Terpaksa Isolasi di Rumah hingga Nyawa Tak Tertolong

Namun, menurutnya, pasokan gas untuk penanganan medis itupun terbatas.

Baca juga: Tangsel Kehabisan Stok Peti Mati, Jenazah Pasien Covid-19 Dikuburkan Pakai Kantong Plastik

"Persoalannya semuanya ke penyedia jasa itu. Kan cuma Samator Grup saja, yang menyediakan oksigen, memang dibawahnya ada tapi semuanya ke situ. Karena bukan rumah sakit saja yang perlu, rumah tangga kan perlu," ujar Ben.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved