Pelaku Tawuran di Perlintasan Rel Kereta Api Kramat Sentiong Positif Narkoba
Pelaku tawuran di perlintasan kereta api, Jalan Kramat Raya, Kecamata Johar Baru, Jakarta Pusat, dinyatakan positif narkoba jenis sabu-sabu.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Pelaku tawuran di perlintasan kereta api, Jalan Kramat Raya, Kecamata Johar Baru, Jakarta Pusat, dinyatakan positif narkoba jenis sabu-sabu.
Pelaku ini merupakan pria berinisial BT (41 tahun), warga RT 04 RW 06 ini tinggal di kawasan Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
TONTON JUGA
Polisi mengetahui BT positif narkoba setelah melakukan tes urine, pada Senin kemarin.
"Dari hasil penyelidikan diamankan satu laki-laki yang terlibat dalam tawuran warga di pintu perlintasan rel kereta Kramat Sentiong, perbatasan Senen dan Johar Baru," beber Kapolsek Senen, Komisaris Polisi Ari Susanto, kepada Wartawan, Selasa (29/6/2021).
"Benar, hasil tes urinenya positif narkoba jenis sabu-sabu," lanjutnya.

Ponsel milik BT pun dijadikan barang bukti oleh polisi.
Setelah diperiksa, terdapat komunikasi antara BT dengan rekannya yang hendak bertransaksi jual-beli narkoba.
Baca juga: Gubernur Anies Curhat Rasakan Gejala Tak Biasa Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca: Pegal di Lengan
Baca juga: Tok! Pendaftaran CPNS dan PPPK 2021 Dibuka Besok, Segera Siapkan Berkas dan Simak Alur Seleksinya
Baca juga: Mulai Hari Ini, RSUD Kabupaten Bekasi Tidak Terima Pasien Non-Covid-19
"Ponsel dari pelaku ini berisi chat transaksi narkoba. Tapi masih kami dalami," jelas Ari.
Sebelumnya, dua kelompok terlibat tawuran di Perlintasan Kereta Api (KA), Jalan Kramat, Kelurahan Kramat, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Mereka yang tawuran yakni warga RW 07 Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, dengan warga RW 01 Kecamatan Johar Baru.
TONTON JUGA
Aksi mereka pun viral di media sosial. Satu diantaranya akun Instagram @merekamjakarta yang memviralkan kejadian tersebut.
Aksi tawuran ini berlangsung tiap malam, pun tiga kali secara kontinyu sejak Jumat (25/6/2021) malam.
Dalam video yang viral tersebut, beberapa pelaku tawuran diduga menggunakan molotov.
Baca juga: Buruan Kirim Lamaran, Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja, Lulusan D4/S1 Simak Syaratnya
Kapolsek Johar Baru, Komisaris Polisi Edison, mengatakan barang tersebut bukan molotov.
"Itu bukan molotov, tapi petasan," kata Edison, saat dikonfirmasi, Selasa (29/6/2021).
"Dua kelompok ini tiga kali tawuran, tiap dini hari," lanjutnya.
TONTON JUGA
Polisi belum mengetahui penyebab tawuran tersebut secara pasti.
"Kami duga karena ada dendam yang sudah-sudah. Kalah tawuran tidak terima, mungkin. Nah, ini yang tidak baik," kata dia.
"Seharusnya ya damai saja, tentram kan enak," sambungnya.
Dia pun menyayangkan tawuran terjadi saat pengetatan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta.
"Kami akan perketat pengawasan lagi. Tentu lebih ketat," tutup dia.
Kini, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Mereka juga masih mencari pelaku tawuran.