Antisipasi Virus Corona di Tangerang
Aksi Kapolres Sekat Pengendara Saat PPKM Darurat di Tangerang, Redam Amarah Pengemudi yang Ngotot
Tak jarang, Deonijiu juga memarahi pengendara roda dua yang hendak menerobos penyekatan dengan bersembunyi di belakang truk atau kendaraan esensial
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, BATUCEPER - Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima turun langsung ke lokasi penyekatan di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Batuceper, Selasa (6/7/2021).
Penyekatan tersebut memang sengaja dilakukan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai 20 Juli 2021.
Dari pantauan langsung di lokasi, Deonijiu tampak turun langsung ke lapangan untuk mengatur lalu lintas dan penyekatan.
Beberapa kali ia tampak memberhentikan truk pengangkut penumpang untuk nantinya diperiksa maksud dan tujuannya melintas.
Tak jarang, Deonijiu juga memarahi pengendara roda dua yang hendak menerobos penyekatan dengan bersembunyi di belakang truk atau kendaraan esensial lainnya.
"Sampai sekarang belum ada yang memaksa, mereka masih menerima hanya ngotot-ngotot dikit. Wajar lah masih kami kasih pemahaman untuk kembali," kata Deonijiu, Selasa (6/7/2021).
Sebagai informasi, Posko penyekatan di kawasan Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang menyebabkan kemacetan maha dahsyat, Selasa (6/7/2021).
Tepatnya di Jalan Daan Mogot yang berdekatan dengan tempat pengetesan KIR Dinas Perhubungan Kota Tangerang.
Memang, Polres Metro Tangerang Kota sudah membangun Posko Penyekatan didua titik, pertama dikawasan Jatiuwung.
Kemudian kedua ada di kawasan Jalan Daan Mogot, Kecamatan Batuceper.
Dari pantauan di posko penyekatan Batuceper, kemacetan mengular terjadi dari dua arah.
Yakni dari arah Jakarta Barat dan terparah dari arah Kota Tangerang macet panjang hingga lima kilometer panjangnya.
Tak sedikit, pemotor yang ngotot menggunakan nada tinggi ingin menerobos penyekatan yang dilakukan petugas.
"Pak saya mau kerja ini di Kalideres, masa saya harus muter-muter dulu. Lewat sebentar saja pak," teriak seorang pemotor.