Viral di Media Sosial

Berdebat dengan Petugas TransJakarta Masalah Masker, Bapak-bapak Ini Bergetar: Saya Sakit, Ya Allah

Seorang bapak-bapak berdebat dengan petugas TransJakarta karena masalah masker. Suara bapak-bapak tersebut terdengar sampai bergetar.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
Tangkapan layar di Instagram
Pelanggan Transjakarta (berbaju hitam) menolak saat diminta mengganti masker scuba dan bersikeras masuk, Rabu (30/6/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang bapak-bapak berdebat dengan petugas TransJakarta karena masalah masker.

Video yang merekam persitiwa tersebut viral di media sosial, Instagram dan TikTok.

Penelusuran TribunJakarta, di Halte Transjakarta Semanggi, Jakarta Selatan petugas yang diketahui bernama Nurul Fajar Sulistyorini menegur bapak-bapak tersebut.

Pasalnya bapak-bapak tersebut memakai masker scuba saat beraktivitas di luar rumah. 

Bapak-bapak yang terlihat sedang terburu-buru itu mengaku sedang sakit, dan ingin segera berobat ke RS.

"Saya lagi sakit, ya Allah. Cuma masalah gini aja kok nggak ada toleransi, hah!" kata pria tersebut.

"Kan kita ngikutin peraturan," jawab petugas Transjakarta.

"Iya, iya. Saya mau ke rumah sakit," timpal pria itu dengan suara bergetar.

Petugas TransJakarta kemudian memberitahu kepada pria tersebut bahwa tidak jauh dari halte terdapat pedagang yang menjual masker medis.

"Yaudah saya mau beli," ujar pria tersebut sambil mengeluarkan uang dari sakunya.

"Saya itu mau ke rumah sakit, mau cepet. Tolongin aja kenapa si," imbuhnya.

Baca juga: Macet Imbas Pekerja Cari Jalan Tikus, Warga Pekayon Keluhkan Tidak Ada Petugas Jaga

Baca juga: Aksi Kapolres Sekat Pengendara Saat PPKM Darurat di Tangerang, Redam Amarah Pengemudi yang Ngotot

Baca juga: Volume Kendaraan di Kota Tangerang Masih Tinggi, Polisi Salahkan Perusahaan

Namun petugas TransJakarta itu enggan menolong, dan menyuruh bapak-bapak itu untuk membeli sendiri.

Di video tersebut terdengar suara perekam yang mengompori petugas TransJakarta untuk tak menolong bapak-bapak itu.

"Jangan mau, jangan mau," ucapnya.

Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/6/2021) sekitar pukul 12.58 WIB.

Ia menjelaskan, pria dalam video viral itu masuk ke Halte Transjakarta Semanggi dengan tujuan Kota. 

Menurutnya, pelanggan itu diketahui tidak melakukan tap in dengan benar sehingga pintu gate tidak terbuka. Bukannya melakukan tap in ulang, pelanggan tersebut malah menerobos masuk melalui rotari gate tanpa membayar.

"Saat itu petugas kami sudah mengingatkan untuk mengganti masker scuba dengan masker medis. Tapi pelanggan justru kurang memperhatikan dan malah menerobos masuk. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat sudah ada aturan yang menjelaskan terkait penggunaan masker," kata Sardjono dalam keterangan tertulisnya.

Pria yang marah-marah saat ditegur pakai masker scuba di Halte Transjakarta Semanggi, Jakarta Selatan
Pria yang marah-marah saat ditegur pakai masker scuba di Halte Transjakarta Semanggi, Jakarta Selatan (Istimewa/Dok Transjakarta)

Berita Soal Masker Lainnya

Remaja di Ciputat Terjaring Razia Masker, Cekcok dengan Petugas Mengaku Keponakan Jenderal Bintang 2

Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja terjaring razia masker oleh aparat gabungan di Bilangan Jalan Maruga, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (5/7/2021).

Remaja tersebut terlibat cekcok dengan sejumlah aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Pada unggahan video tersebut di akun Instagram Trantib Ciputat, @trantibciputatofficial, tertulis caption bahwa remaja tersebut mengaku kerabat dari seorang jenderal bintang dua.

"Ponakan jenderal, seorang pemuda yang diberhentikan tim yustisi gabungan tidak terima dan mengaku keponakan jenderal bintang dua. Pemuda yang tidak koperatif, kami tindak dengan pushup karena tidak menggunakan masker," tertulis pada caption.

"Siap saudara kamu, pangkatnya?" tanya Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana, pada video.

"Bintang dua, Korlantas," kata si remaja menyahut.

Baca juga: Serbuan Vaksinasi Massal Digelar Lagi di Stadion Patriot Bekasi, Catat Jadwal dan Persyaratannya

Baca juga: Tangsel Zona Merah Covid-19 Lagi, Tempat Tidur ICU Penuh hingga Imbauan Pakai Dobel Masker

Sapta menjelaskan kronologi razia masker yang menjadi viral itu.

Awalnya, remaja yang tidak diketahui identitasnya itu kedapatan tidak memakai masker dan dihentikan oleh aparat, di kawasan Bundaran Maruga, Ciputat. 

"Kita lagi patroli, dia lewat karena kita razia masker terkait PPKM Darurat. Dia ngaku orang saudara omnya di mabes," ujar Sapta.

Tidak mundur, Sapta justru menasehati remaja tersebut, bahwa sosok bintang dua yang disebutkan si remaja akan kecewa melihat pelanggaran protokol kesehatan. 

"Pelanggar biasa kalau dapat sanksi kan dia merasa punya backing, makanya saya bilang justru ini aturan yang bikin para jenderal atasan dari pusat. Anda memamerkan backing backing ini kan kita perintah presiden untuk mengatasi masalah ini."

"Tapi sudah, saya bilang Anda berbuat salah terus menyebut nama orang yang kedudukannya tinggi, memang bangga justru dia akan malu," papar Sapta.

Sapta bahkan memberikan sanksi sosial dengan menyuruh si remaja push up sebanyak 50 kali atas pelanggarannya terhadap protokol kesehatan di tengah penerapan PPKM Darurat. 

"Tetap saya suruh push up 50 kali, dia mau. Kalau enggak mau berarti melawan, dia minta maaf," kata Sapta. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved