Sisi Lain Metropolitan

Bantu Sesama, Warga Cilandak Ini Relakan Rumah Megahnya Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Pengurus RT dan RW Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak tergerak mencari tempat isolasi mandiri.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Rumah yang dijadikan tempat isolasi mandiri di lingkungan RW 011 Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Tingginya angka kasus Covid-19 di lingkungan RW 011 Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, membuat pengurus RT dan RW tergerak mencari tempat isolasi mandiri.

Isolasi mandiri tersebut khusus warganya yang Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

Sebab, permukiman yang saling berdempetan di sana dapat mengakibatkan penularan antar warga kian banyak.

Berkat kerelaan hati seorang warga, mereka yang menderita Covid-19 dapat menempati sebuah rumah megah untuk proses penyembuhan.

Ketua RW 011, Punjul Boediono awalnya tak pernah menyangka di wilayahnya mengalami kenaikan kasus Covid-19. Di awal bulan Juni, penambahan kasus Covid-19 di sejumlah RT di RW 011 hanya sedikit dan terkendali.

Baca juga: Pria yang Ngaku Keponakan Jenderal Jadi Tersangka, Polisi Bakal Pidanakan Pelanggar PPKM Lainnya

Namun, kasus meroket setelah berada di penghujung bulan Juni.

Hal itu diawali saat Ketua RT 001 melaporkan kepada Punjul bahwa ada sekitar 4 rumah dengan total 10 jiwa yang terjangkit Covid-19.

Punjul berserta pengurus lingkungan lainnya menjadi resah. Sebab, wilayah RT 001 merupakan lingkungan yang padat penduduk sehingga dikhawatirkan penyebaran kian meluas.

Ketua RW 011, Punjul Boediono bersama Sekretaris RW 011 di depan gerbang rumah yang dijadikan tempat isolasi mandiri pada Rabu (7/7/2021).
Ketua RW 011, Punjul Boediono bersama Sekretaris RW 011 di depan gerbang rumah yang dijadikan tempat isolasi mandiri pada Rabu (7/7/2021). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

"Kita selama ini kan hanya melihat-lihat di televisi ya ada kasus kayak begini. Enggak pernah terbayang sekarang ini ada di wilayah kami," ceritanya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Rabu (7/7/2021).

Ia sempat bingung bagaimana memisahkan warga yang positif Covid-19 dari rumah mereka yang saling berdempetan itu.

Punjul akhirnya bermusyawarah dengan pengurus RT untuk mencari solusi dari masalah itu. Akhirnya, tercetuslah usul untuk menghubungi pemilik rumah kosong nan megah di lingkungannya.

Baca juga: Dijadikan Tempat Isolasi, Asrama Mahasiswa UI Mulai Beroperasi Tanggal 9 Juli 2021

Rumah yang dijual itu merupakan milik warga bernama Hartoyo dengan luas tanah 3.000 meter persegi dan luas bangunan 1.500 meter persegi. Punjul mencoba menghubungi Budi, anak Hartoyo yang mengurus rumah tersebut.

"Saya coba beranikan diri bicarakan dengan pemilik rumah. Kita juga punya hubungan yang baik. Saya sampaikan keinginan saya. Begitu yang punya rumah mengizinkan, saya lega," ceritanya.

Memindahkan Warga ke Rumah Megah

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved