Sisi Lain Metropolitan
Aksi Kemanusiaan, Warga Lenteng Agung Patungan Beli Mobil Ambulans untuk Antar Pasien Covid-19
Meningkatnya kasus Covid-19 di Ibu Kota, membuat permintaan terhadap mobil ambulans meningkat tajam.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Meningkatnya kasus Covid-19 di Ibu Kota, membuat permintaan terhadap mobil ambulans meningkat tajam.
Di tengah sulitnya mendapatkan fasilitas mobil ambulans, Warga Lenteng Agung RW 001, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, berinisiatif urunan untuk membeli mobil ambulans sendiri.
Mobil Ambulans yang dimiliki warga pun sangat diandalkan untuk mengantarkan pasien maupun jenazah Covid-19.
Ketua RW 001 Lenteng Agung, Salam Hamzah (65) bercerita warganya sempat kesulitan mencari mobil ambulans pada saat kondisi awal pandemi Covid-19.
Sebagian warganya mungkin memiliki mobil pribadi atau mampu menyewa taksi daring untuk mengantarkan keluarganya yang positif ke rumah sakit.
Baca juga: Keluarga Histeris Peti Jenazah Covid-19 Jatuh dari Mobil Ambulans Saat Dibawa Menuju Pemakaman
Namun, lanjut Hamzah, tak sedikit juga dari warganya yang terhalang dana.
Bahkan, pernah suatu ketika, warga tak mendapatkan hasil setelah mencari ambulans selama dua hari.
Hamzah yang tergabung ke dalam Tim Covid RW 001 bersama Ketua LMK (Lembaga Musyarawah Kelurahan) dan unsur lainnya bermusyawarah dengan Pihak Puskesmas Kelurahan sekitar Bulan Maret 2021.
"Dari hasil musyawarah itu, disarankan juga oleh pihak Puskesmas Lenteng Agung I Ibu Dr Martha dan Ibu Yeyet untuk menghimpun dana membeli ambulans," ujar Hamzah kepada TribunJakarta.com pada Kamis (8/7/2021).
Baca juga: Ambil Kuncinya Sendiri, Maling Bawa Kabur Ambulans Milik Sebuah Klink di Bojonggede
Himpun Dana Bersama
Setelah pertemuan itu, Hamzah beserta pengurus RT lainnya membentuk panitia untuk pengumpulan dana pengadaan mobil ambulans.
Kupon sumbangan senilai Rp 25 ribu disebarkan kepada warga mereka yang berjumlah sekitar 1.200 jiwa. Kupon itu diserahkan ke masing-masing RT.
"Kita serahkan kupon-kupon itu ke masing-masing RT yang berjumlah 12 RT. Nanti pihak RT yang menyebarkan. Selain itu, Ketua RT sendiri menyumbang masing-masing Rp 1 juta," cerita Hamzah.
Hamzah bersyukur respons warganya mendengar wacana itu pun ditanggapi dengan positif.