IPMI International Business School Berikan Penawaran Menarik Ringankan Peserta Program Pro BBA
Dengan persentase Pengangguran Terbuka yang tingkat pendidikannya Sarjana (S-1), jumlahnya kurang-lebih 10%.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data ketenagakerjaan terbaru per tahun 2020 dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Ketenagakerjaan menyingkap, bahwa jumlah sarjana di Indonesia masih jauh dari ideal.
Hal ini jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah Angkatan Kerja Indonesia, yaitu sebesar kurang-lebih 10%.
Dengan persentase Pengangguran Terbuka yang tingkat pendidikannya Sarjana (S-1), jumlahnya kurang-lebih 10%.
Data dan kenyataan telah dengan gamblang menyatakan bahwa jumlah Angkatan Kerja dan jumlah Pengangguran Terbuka terbesar justru datang dari kelompok tingkat pendidikan terakhir SMP, SMA, dan SMK. Bukan Sarjana.
Dalam hal kewirausahaan pun, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak pengusaha dan pebisnis. Persentase jumlah pengusaha di Indonesia dibandingkan dengan jumlah penduduknya, tergolong paling sedikit dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya.
Padahal di saat ini dan di masa depan, kemunculan lebih banyak bisnis dan kewirausahaan semakin penting untuk memecahkan lebih banyak masalah sosial-kemasyarakatan, menggerakkan ekonomi makro dan mikro, serta meningkatkan kualitas dunia karir dan ketenagakerjaan di Indonesia.
Pada tataran yang lebih luas, Revolusi Industri 4.0 yang kini dalam proses transformasi menuju Society 5.0, ditambah lagi dengan dinamika ekstrim akibat pandemi global dan berbagai ketidakmenentuan multi-dimensi, memunculkan disrupsi pada nyaris semua bidang kehidupan dan industri.
Untuk itu, diperlukan adanya redefinisi atas metodologi transfer pengetahuan dan transformasi paradigma dalam memaknai cita-cita luhur pendidikan tinggi di Indonesia.
Pertama kalinya IPMI International Business School didirikan pada tahun 1984, di saat itu pulalah telah dipancangkan fondasi cita-cita luhur institusi pendidikan tinggi ini sebagai wahana pencetak para pemimpin perusahaan, profesional korporat, pebisnis, dan pelaku wirausaha; yang bukan saja bermental baja, namun juga memiliki kapasitas berpikir & wawasan kelas dunia, kecemerlangan dalam pengambilan keputusan bisnis, serta adaptif & relevan bagi dinamika perkembangan jaman.
IPMI International Business School sepenuhnya memahami betapa pentingnya meletakkan pembangunan kapasitas diri para peserta didiknya terlebih dahulu, sebagai fondasi solid bagi pengembangan sendi-sendi kapabilitas, kompetensi, dan potensi diri mereka di kemudian hari.
Di saat itu, program Master of Business Administration (MBA) merupakan kunci emas IPMI International Business School bagi tercapainya visi jangka panjang akan sumber daya manusia Indonesia yang siap menjawab tantangan bisnis global.
Kisah sukses tersebut berlanjut dengan diluncurkannya program Bachelor of Business Administration (BBA – Sarjana) pada tahun 2003, yang disambut dengan baik oleh masyarakat luas.
Merespon tuntutan kebutuhan inovasi digital, sejak 2018, IPMI International Business School mendirikan sebuah inkubator dan akselerator Start-Up bernama InnoLab, dan mengadakan kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia dalam bentuk Investment Gallery.
Pada Juli 2021, IPMI International Business School kembali menjawab tantangan dam krisis global akibat pandemi Covid-19 dengan cepat, tajam, dan relevan; melalui peluncuran program studi Professional Bachelor of Business Administration (Pro BBA – Kelas Profesional), yang terutama diperuntukkan bagi para profesional korporat, pelaku bisnis & kewirausahaan, serta praktisi Start-Up; yang bercita-cita untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan dirinya melalui program kesarjanaan yang adaptif terhadap kesibukan jam kerja mereka.
Pro BBA IPMI International Business School ditunjang dengan metodologi transfer pengetahuan berisikan berbagai studi kasus nyata di berbagai institusi bisnis dunia, yang juga dibahas oleh kampus sekelas Harvard Business School.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/international-business-school.jpg)