Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Rogoh Kantong Sambil Tertunduk, Gelagat Driver Ojol Disanksi Bayar Rp20 RIbu karena Tak Pakai Masker

Seorang ojek online terjaring operasi yustisi pelanggar protokol kesehatan (prokes) PPKM Darurat, karena tak pakai masker, Kamis (8/7/2021).

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Seorang pengemudi ojek online terjaring operasi yustisi pelanggar protokol kesehatan (prokes) PPKM Darurat, karena tak pakai masker, Kamis (8/7/2021).

Sidang berlangsung di kantor Kecamatan Bekasi Selatan, tampak sejumlah pelanggar prokes dan kebijakan PPKM Darurat hadir untuk menjalani proses hukum.

Sebelumnya, tim gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP menggelar operasi yustisi di beberapa tempat seperti restoran, perkantoran dan pusat pertokoan.

Pantauan TribunJakarta.com, pengemudi ojol yang ikut terjaring awalnya dipanggil untuk menghadap Hakim untuk dikenakan sanksi.

"Rp50.000 ada enggak?" Tanya Hakim kepada ojol yang terkena sanksi pelanggar prokes.

Pengemudi ojol pelanggar prokes dikenakan sanksi Rp20.000 saat sidang Operasi Yustisi di Kantor Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (8/7/2021).
Pengemudi ojol pelanggar prokes dikenakan sanksi Rp20.000 saat sidang Operasi Yustisi di Kantor Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (8/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Suaranya lirih terdengar dari mulut pengemudi ojol.

Sambil badannya agak membungkuk mendekat ke arah Hakim yang sedang memprosesnya.

"Enggak ada pak," ucap pengemudi ojol dibarengi gelagat tangannya merogoh saku celana yang ia kenakan.

Mendengar jawaban pengemudi ojol, Hakim lalu berkonsultasi dengan Jaksa yang duduk di sebelahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved