Antisipasi Virus Corona di DKI

Faskes Nyaris Kolaps Imbas Badai Covid-19, Pemprov DKI Upayakan Bangun RS Darurat Baru

Wagub DKI mengatakan Pemprov DKI berencana membuat rumah sakit darurat baru.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Ilustrasi Pemprov DKI berencana membuat rumah sakit darurat baru. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Di tengah badai Covid-19 yang tengah melanda, Pemprov DKI berencana membuat rumah sakit darurat baru.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkait terus menipisnya kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota.

"Terkait penuhnya rumah sakit dan ruang ICU tentu kami upayakan peningkatan dengan membuat rumah sakit baru," ucapnya, Rabu (14/7/2021).

Menurut rencana, rumah sakit darurat baru itu nantinya bakal dibuat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat.

Setidaknya ada 1.000 tempat tidur yang bakal disiapkan Pemprov DKI di lokasi baru tersebut.

"Dengan adanya lonjakan ini kami upayakan semuanya dapat ditampung di rumah sakit ya, JIExpo juga termasuk yang akan disiapkan," ujarnya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Evakuasi Warga Jakarta yang Tergeletak di Stasiun Depok Baru

Saking membludaknya pasien Covid-19, Pemprov DKI mendirikan tenda darurat di sejumlah rumah sakit rujukan.

Pasalnya, ruang ICU di beberapa rumah sakit itu sudah penuh dan tak sanggup lagi menampung pasien yang terus berdatangan.

"Kami upayakan meningkatkan (kapasitas) rumah sakit, dirikan tenda, kemudian juga kami upayakan Wisma Atlet akan dijadikan rumah sakit darurat khusus pasien sedang dan berat," tuturnya.

Sebagai informasi, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang ICU di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI mencapai 95 persen.

Baca juga: Sebanyak 1.000 Siswa SMA di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Kemudian, BOR ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 juga sudah mencapai angka 92 persen.

Artinya, ruang ICU kini hanya tersisa lima persen dan ruang isolasi delapan persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengakui, fasilitas kesehatan di DKI nyaris kolaps imbas badai Covid-19 yang melanda.

Dalam video yang diunggah di kanal youtube Pemprov DKI, Anies memaparkan, keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan terus menipis.

Padahal, sudah mendapat rumah sakit rujukan Covid-19 dari 106 menjadi 140 rumah sakit pada 17 Juni 2021 lalu.

“Bila hari-hari itu DKI tidak menambah jumlah tempat tidur, saat ini kita sudah kolaps. Saat ini warga sudah tidak dapat tempat,” ucapnya dalam video itu, Sabtu (3/7/2021).

Sekarang pun, pasien Covid-19 sulit mendapatkan tempat hingga harus mengantre bila ingin masuk ruang ICU.

Sejumlah rumah sakit bahkan terpaksa mendirikan tenda darurat dan merawat pasiennya di selasar atau halaman rumah sakit.

Baca juga: Janji ke Polisi Tak Lagi Sebar Hoaks Covid-19, Dokter Lois Ternyata Masih Yakin dan Kembali Berulah

Kondisi seperti ini, kata Anies, merupakan yang terparah sepanjang pandemi Covid-19 yang sudah melanda ibu kota sejak 2020 lalu.

“Situasi yang sedang dihadapi ini nyata. Belum pernah sepanjang masa pandemi, kapasitas tempat tidur kita selalu di atas dibandingkan jumlah pasien,” ujarnya.

“Sekarang kita dalam posisi sangat-sangat berisiko. Mepet sekali,” tambahnya menjelaskan.

Di tengah badai Covid-19 yang tengah melanda, Anies menyebut, tantangan terberat yang dihadapi ialah menyiapkan tenaga kesehatan profesional.

Sebab, Pemprov DKI tak bisa begitu saja menyiapkan tenaga kesehatan profesional untuk penanganan Covid-19.

Terlebih, wilayah lain di Indonesia kini juga tengah menghadapi tren peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

“Masalahnya bukan tempat tidur, tapi adalah harus ada tenaga kesehatannya, tenaga kesehatannya terbatas. Kalau menambah tempat tidur itu gampang, tinggal pesan, cari, taroh,” kata Anies.

Untuk itu, Anies mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu penanganan Covid-19.

Caranya dengan mentaati dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabut, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

“Kita harus segera bersiap, harus segera rapatkan barisan, harus segera bertanggungjawab,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved