Kasudin KPKP Jakarta Utara: Ribuan Hewan Kurban di Jakarta Utara Dinyatakan Sehat

Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara melakukan pemeriksaan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Lapak hewan kurban Lembu Sakti Pacitan di Jalan R. E. Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara melakukan pemeriksaan hewan kurban jelang Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah, Selasa (20/7/2021) mendatang.

Hasilnya, ribuan hewan kurban mulai dari sapi, kambing hingga domba di Jakarta Utara dinyatakan dalam keadaan sehat.

Kasudin KPKP Jakarta Utara Unang Rustanto mengatakan, pemeriksaan hewan kurban telah dilakukan sejak 5 Juli 2021 lalu.

"Kami lakukan pemeriksaan untuk memastikan kepada masyarakat hewan kurban yang dijual di Jakarta Utara telah memenuhi syarat kesehatan," kata Unang, Rabu (14/7/2021). 

Sejak 5 Juli, petugas menyisir 67 lokasi penjualan hewan kurban yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Utara.

Sejauh ini sudah ada sebanyak 3.716 ekor hewan kurban.

"Ribuan hewan kuran itu terdiri dari 1.680 ekor sapi, 1.872 ekor kambing, dan 164 ekor domba," kata Unang.

Unang memastikan ribuan hewan kurban yang dijual di Jakarta Utara tersebut tidak terdeteksi terjangkit penyakit menular.

Terkait persiapan Iduladha, sebelumnya sebanyak 250 orang panitia Iduladha sudah menjalani sosialisasi pemotongan hewan kurban.

Baca juga: Seorang Wanita Melahirkan di Dalam Bus AKAP, RS Adhyaksa Ungkap Kondisi Ibu Bayi

Baca juga: Satgas Covid-19 Jakarta Timur Gelar Vaksinasi di Terminal Pulo Gebang Akhir Pekan Ini

Baca juga: 7.219 Pelajar di Jakarta Timur Sudah Terima Vaksin Covid-19

Plt. Sekretaris Kota Jakarta Utara Suroto sebelumnya juga meminta kepada para panitia pemotongan hewan kurban untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat pelaksanaan.

Hal ini bertujuan agar proses pemotongan hewan kurban tidak menimbulkan klaster baru penambahan kasus Covid-19.

"Saya mengimbau semua peserta yang merupakan panitia pemotongan hewan kurban untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai syariat agama Islam," kata Suroto.

"Begitu pun saya menghimbau semua proses itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," sambung dia.

“Saya mengimbau panitia pemotongan hewan kurban untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar sesuai syariat agama Islam,” ujar Suroto.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved