Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

PPKM Darurat di Tangerang dan Tangsel Dinilai Berhasil Mengurangi Mobilitas Warga Hingga 30 Persen

Dua pekan dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Tangerang terbukti menurunkan mobilitas warganya.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah Arief mengatakan mobilitas warganya turun sampai 30 persen sejak PPKM Darurat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dua pekan dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Tangerang terbukti menurunkan mobilitas warganya.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, mobilitas warganya turun sampai 30 persen sejak PPKM Darurat.

"Sejak PPKM berlangsung itu angka penurunan mobilitas masyarakat 20 sampai 30 persen ya," kata Arief, Rabu (14/7/2021).

Ternyata, satu dari beberapa jurus jitu untuk mengurangi mobilitas masyarakat adalah memadamkan lampi jalan raya saat malam hari.

Namun, ada beberapa waktu di mana Kota Tangerang masih ramai pelintas jalan.

Sebab menurut Arief, Kota Tangerang masih ramai lantaran dijadikan wilayah lintasan.

Misalnya saja, warga Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang yang hendak ke Jakarta, melintas atau melewati Kota Tangerang. 

Baca juga: Wali Kota Tangerang Optimis 70 Persen Warganya Telah Divaksin Covid-19 Bulan Agustus

"Makanya, pak Kapolda Metro Jaya menambah penyekatan. Dari yang sebelumnya 67, sekarang jadi 90-n sekian," jelas Arief.

Penurunan mobilitas juga terjadi di Tangerang Selatan.

Wali Kota Tangerang, Benyamin Davnie mengakui ada penurunam mobilitas warganya sebanyak 25 persen karena PPKM Darurat.

Baca juga: Warga Kota Tangerang Bisa Isi Ulang Oksigen Gratis di Gedung MUI, Simak Cara Daftar dan Waktunya

"Kita akan terus tekan pergerakan orang melalui berbagai cara penyekatan, imbauan Pak Kapolres ada gagasan pasang stiker, vaksin dan sebagainya. Hingga hari ke-11 itu kita bisa menekan sampai 25 persen," kata Benyamin.

Selain penyekatan, Benyamin bersama Forkompimda juga terus mengintensifkan operasi penegakan Prokes dan aturan PPKM Darurat.

Menurutnya, saat ini sudah ratusan orang disanksi tindak pidana ringan (tipiring). 

Baca juga: Pemkot Tangerang Terbitkan Surat Edaran Pelaksanaan Iduladha, Salat Id Wajib Dilaksanakan di Rumah

"Dari satpol yang sudah diberi sanksi teguran push up kurang lebih ada 125 orang. Kemudian rumah makan yang ditutup dan kursinya dimasukin ke meja ada 35 rumah makan dari operasi yustisi yang kita lakukan setiap hari," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved