Breaking News:

Info Kesehatan

Punya Gejala Mirip, Bagaimana Cara Membedakan Pneumonia dan Covid-19 pada Anak?

Meski memiliki gejala mirip, Covid-19 dan pneumonia merupakan dua penyakit yang berbeda.

Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Punya Gejala Mirip, Bagaimana Cara Membedakan Pneumonia dan Covid-19 pada Anak? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Infeksi virus Covid-19 bisa menyebabkan seseorang mengalami pneumonia.

Akibatnya, banyak orang menyamakan pneumonia dan Covid-19.

Meski memiliki gejala mirip, Covid-19 dan pneumonia merupakan dua penyakit yang berbeda.

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K),MSc, PhD, secara terminologi pneumonia merupakan penyakit yang mengenai paru yang sifatnya akut dan bisa menyebabkan kematian.

"Pneumonia disebabkan macam bakteri misalnya HIB, Stafilococcus dan bisa juga dari SARS-CoV-2 (virus penyebab covid,red)," ujarnya saat media gathering virtual pada Kamis (15/7/2021).

Kondisi pneumonia merupakan infeksi yang mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru.

Dr Cissy memaparkan, infeksi menyebabkan kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru meradang dan dipenuhi cairan atau nanah.

Baca juga: Satu dari 5 Kematian Balita di Indonesia Disebabkan Pneumonia, Yuk Mencegahnya!

Adapun Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.

Beberapa pasien Covid-19 dengan gejala ringan dapat sembuh seiring berjalannya waktu, sementara dalam kasus yang lebih parah, penyakit berkembang menjadi pneumonia.

"SARS-CoV-2 itu merujuk pada pneumonia. Secara klinis akan sulit membedakannya. Maka dari itu penting untuk melakukan PCR test untuk mengetahui itu," ujarnya.

Baca juga: 4 Langkah Mencegah Pneumonia pada Lansia, Yuk Perhatikan Sederet Hal Ini!

Dr Cissy menjelaskan, saat ini pihak WHO dan Kementerian Kesehatan telah menerapkan aturan agar anak yang menderita batuk, pilek dan kesulitan bernapas harus melakukan tes tersebut agar bisa mendeteksi sedini mungkin penyebabnya.

Namun demikian, pneumonia bisa dicegah dengan empat langkah sederhana yang disebut AKAL, yaitu Awasi bahaya pneumonia, Kenali penyebab dan gejalanya, Ayo imunisasi PCV untuk mencegah, Lakukan pada usia 2, 4, 6 dan 12-15 bulan untuk menjaga anak tetap sehat.

Imunisasi PCV merupakan cara melindungi anak-anak dari pneumonia melalui imunisasi.

Selain pneumonia, imunisasi PCV juga akan melindungi anak dari kuman Hib, pneumokokus, campak dan pertusis.

Imunisasi PCV perlu dilakukan pada anak usia 2, 4, dan 6 bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved