Info Kesehatan

Satu dari 5 Kematian Balita di Indonesia Disebabkan Pneumonia, Yuk Mencegahnya!

Setiap 1 menit 2 balita meninggal atau 2500 balita setiap hari akibat Pneumonia. Pneumonia menyebabkan 15% dari semua angka kematian balita.

Freepik
Ilustrasi Pneumonia yang bisa menyebabkan kematian balita. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Save The Children Indonesia mengajak semua pihak untuk menghentikan penyebaran pneumonia dalam rangka Hari Pneumonia Dunia pada Kamis (12/11). 

Vika (bukan nama sebenarnya) menceritakan perasaannya tak nyaman ketika sang bayi harus dipasang nebulizer dan infus.

Bayi usia 8 bulan itu tidak ingin lama-lama di rumah sakit.

Apa daya, Lala harus menghabiskan tiga hari di bangsal rumah sakit untuk mengatasi bronkopneumonia yang dideritanya.

“Bunyi nafasnya grek grek gitu. Nafsu makan juga turun drastis. Saya ingin menangis. Saya hanya ingin Lala sembuh dan kembali ke rumah,” ungkap Vika mengenang hari-hari beratnya mendampingi Lala.

Vika, satu dari jutaan orang tua di dunia yang anaknya mengidap pneumonia.

Di Indonesia,  berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2019 ada lebih dari 400.000 kasus Pneumonia di Indonesia.

Jika Lala tidak terselamatkan, akan menambah jumlah korban Pneumonia.

Baca juga: Tak Cuma Anak, Ruben Onsu Murka Sarwendah Dapat Ancaman Sadis: Lo Membangunkan Singa Tidur!

Riset John Hopkins University dan Save the Children menyebutkan, jika pencegahan Pneumonia tidak dilakukan, hingga tahun 2030 akan ada sekitar 11 juta kematian anak. Ini bukan angka yang kecil mengingat Pneumonia sendiri menjadi pembunuh nomor dua untuk balita di Indonesia.

“ASI eksklusif 6 bulan, Tuntaskan imunisasi, Obati anak jika sakit dan Pastikan gizi yang cukup serta hidup sehat," ujar Wury Ma’ruf Amin mewakili Iriana Jokowi.

Adapun Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, pentingnya untuk mencegah serta menanggulangi Pneumonia dimana pemerintah mendorong tata kelola pneumonia.

"Meningkatkan akses pelayanan kesehatan balita, peran serta masyarakat dalam mendeteksi dini penyakit serta perluasan vaksin PCV," terang Terawan.

Menteri Terawan juga mendorong masyarakat untuk menggunakan terus Buku Kesehatan Ibu Anak yang sudah ada sejak tahun 1993. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama.

Baca juga: Sikap Nikita Willy pada Ibu Mertua Terkuak, Momen Makan Bersama dengan Indra Priawan Tuai Perhatian

Tidak ketinggalan turut menyemarakkan hari Pneumonia Dunia ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga yang berpesan untuk ayah dan ibu supaya berupaya bersama memastikan pengasuhan keluarga berbasis hak anak dan pemenuhan hak anak.

“Mari kita jadikan momentum Hari Pneumonia Dunia 2020 untuk memperkuat komitmen dalam memastikan kesehatan anak-anak Indonesia. Untuk menjadi anak yang cerdas dan pintar, mereka juga harus mempunyai kondisi fisik yang kuat. Anak terlindungi, Indonesia Maju,” tutur Menteri Bintang.

Sementara itu, CEO Save the Children Indonesia Selina Patta Sumbung dalam acara tersebut mengatakan, setiap 1 menit 2 balita meninggal atau 2500 balita setiap hari akibat Pneumonia. Pneumonia menyebabkan 15% dari semua angka kematian balita.

"Pembunuh balita utama di dunia lebih banyak dari AIDS, malaria dan campak sekaligus. Di Indonesia sendiri Pneumonia bersama dengan diare penyebab  utama kematian balita dan anak," ujar Selina.

Untuk itu, Ia mendorong berbagai pihak termasuk swasta untuk terlibat bersama dalam gerakan STOP Pneumonia ini. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved