Virus Corona di Indonesia

Ini Tanda Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Dinyatakan Sembuh, Pastikan Sudah Bebas Gejala

Ini tanda pasien Covid-19 isolasi mandiri dinyatakan sembuh dan boleh beraktivitas kembali.

Editor: Muji Lestari
Designed by Freepik
Ilustrasi. Simak tanda pasien Covid-19 isolasi mandiri dinyatakan sembuh. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketahui tanda pasien Covid-19 dinyatakan sembuh saat isolasi mandiri dan boleh beraktivitas kembali. 

Kasus harian Covid-19 semakin melonjak dengan rekor kasus per Selasa (13/7/2021) bertambah 47.899 kasus. 

Kondisi ini juga membuat kapasitas bed occupation rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit penuh.

Bahkan sejumlah rumah sakit terpaksa hanya menerima pasien yang bergejala sedang-berat untuk dirawat.

Sementara untuk pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala diminta untuk isolasi mandiri (isoman).

Lantas, kapan pasien Covid-19 dinyatakan sembuh dan bebas isolasi mandiri?

Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta

Pasien gejala ringan-sedang

Dokter spesialis penyakit dalam Andi Khomeini Takdir mengatakan, pasien Covid-19 bisa melepas masa isoman atau dikatakan sembuh jika sudah 10 hari ditambah tiga hari bebas gejala.

Untuk gejala ringan hingga sedang, itu biasanya kita mengevaluasi mereka selama isoman itu 10 hari, dan ditambah lagi 3 hari bebas gejala," ujar Andi, Rabu (14/7/2021) siang.

Setelah itu, lanjut Andi, baru boleh melakukan aktivitasnya kembali, namun dengan memperhatikan kekuatan dan kesanggupannya.

Baca juga: Agar Tak Ikut Tertular, Ketahui Cara Merawat Keluarga yang Positif Covid-19 di Rumah

Baca juga: Ketahui 5 Gejala Ringan Terinfeksi Covid-19, Segera Lakukan Isolasi Mandiri Jika Mengalaminya

Baca juga: 6 Cara Memulihkan Indra Penciuman yang Hilang Akibat Covid-19, Sudah Tahu?

Pasien gejala berat-kritis

Dilansri Kompas.com, untuk pasien Covid-19 dengan gejala berat hingga kritis juga sama, hanya saja perlu ditambah tes PCR untuk lebih memastikannya lagi.

Memastikan lagi dalam artian apakah badan pasien Covid-19 telah berhasil menaklukkan virus tersebut atau belum.

"Untuk yang berat hingga kritis, itu selain dia kita minta untuk 3 hari bebas gejala, itu juga ada tambahan tes PCR," terang Andi.

Bila Sebelum 13 hari gejala sudah hilang dan tes PCR negatif?

Praktisi klinik, edukator pengamat kesehatan dan relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i juga menuturkan hal yang sama.

Ia mengatakan, apabila pasien Covid-19 sebelum waktunya isolasi selesai sudah tidak merasakan gejala dan tes PCR negatif, yang bersangkutan tetap harus melakukan isolasi.

"Dia tetap harus nunggu sampai 10 terus ditambah 3 hari, baru hari ke-14 dia baru boleh selesai isolasi, walaupun enggak pakai tes PCR lagi," ujar dr. Fajri.

Cara Merawat Keluarga yang Positif Covid-19 di Rumah

Berikut ini 5 cara merawat keluarga yang positif Covid-19 di rumah:

Baca juga: Simak Cara Membuang Sampah Pasien Covid-19 saat Isolasi Mandiri, Jangan Dicampur Limbah Rumah Tangga

1. Kamar tidur

Anggota keluarga yang positif Covid-19 harus ditempatkan di kamar berbeda dengan anggota keluarga lain yang negatif.

Tempatkan di kamar dengan ventilasi alami yang baik, pencahayaan yang baik, dan ada ruang untuk beribadah.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Begini Cara Melakukan Teknik Proning, Bantu Saturasi Oksigen Pasien Covid-19

Baca juga: Camat Positif Covid-19, Kantor Kecamatan Kebayoran Baru Sempat Tutup: Senin Buka Kembali

Jika memungkinkan, ada ruang terbuka dengan sinar matahari cukup untuk berjemur dan olahraga untuk membantu menghindarkan stres.

Selain itu, obat-obatan dan peralatan medis, seperti oxymeter dan thermometer disimpan di dalam kamar, agar pasien bisa selalu memantau kondisi dirinya.

2. Kamar mandi

Sama seperti kamar tidur, kamar mandi dan tempat cuci tangan juga harus terpisah dengan anggota keluarga lainnya.

Semua peralatan mandi, seperti odol, sabun, dan sisir tidak boleh berbagi dengan anggota keluarga lain, serta harus disimpan di tempat berbeda.

Jika tidak memungkinkan, maka kamar mandi dan tempat cuci tangan harus sering dibersihkan dengan desinfektan, setiap setelah digunakan oleh anggota keluarga yang positif Covid-19.

Anggota keluarga yang positif Covid-19 sebaiknya memakai tissue untuk mengelap tangan setelah mencuci tangan dan segera membuangnya ke tempat sampah.

Sediakan juga hand sanitizer khusus untuk anggota keluarga yang positif Covid-19.

Ilustrasi masker.
Ilustrasi masker. (freepik.com)

3. Sampah

Sampah dimasukkan di dalam plastik terpisah yang diletakkan di dalam kamar anggota keluarga yang positif Covid-19.

Anggota keluarga yang sehat harus memakai masker dobel dan sarung tangan saat mengambilnya.

Segera cuci tangan pakai air dan sabun setelah membuang sampah.

4. Mencuci pakaian

Mencuci pakaian anggota keluarga yang positif Covid-19 juga harus dilakukan secara terpisah dari anggota keluarga lain.

Pakai masker dobel dan sarung tangan karet saat mencuci pakaian.

Sebelum mencucinya, ada baiknya merendam pakaian dengan deterjen lebih dulu.

Cuci tangan pakai sabun dan air selama 20 detik setelah mencuci pakaian.

Baca juga: Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman Covid-19, Khusus Wilayah DKI Jakarta

5. Makan

Gunakan alat makan yang berbeda dengan dengan anggota keluarga lainnya, simpan di tempat berbeda, dan cuci dengan air dan sabun cuci piring.

Pakai sarung tangan dan masker dobel saat memberikan makan dan mengambil kembali peralatan makan.

Jika pasien tidak mungkinkan untuk makan sendiri, anggota keluarga yang merawat sebaiknya memakai alat pelindung diri.

Jangan menyentuh wajah saat harus membersihkan peralatan makan anggota keluarga yang positif Covid-19.

Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah membersihkan peralatan makan.

Saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19, anggota keluarga lain harus memahami cara pencegahan penularan infeksi, seperti cara cuci tangan pakai sabun yang baik, etika batuk dan bersin, cara membersikan perabotan rumah hingga cara melakukan disinfeksi di rumah.

Dilansir Kompas.com, hal lain yang perlu diperhatikan, anggota keluarga yang merawat sebaiknya dalam kondisi sehat dan tidak termasuk golongan kelompok berisiko tinggi Covid-19, yaitu lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit bawaan.

Dokter yang praktik di Primaya Evasari Hospital ini juga mengingatkan, anggota keluarga yang merawat pasien Covid-19 harus melakukan tes swab PCR satu hari setelah kontak erat dan bisa diulang lima hari kemudian.

“Risiko tertular saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19 tentu selalu ada. Namun, ini bisa diminimalisasi dengan penggunaan masker yang benar dan sarung tangan, serta bisa ditambah dengan penggunaan APD ( alat pelindung diri) yang benar,” ujar dr. Hendra.

(TribunJakarta/Muji)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved