Sisi Lain Metropolitan

Sempat Langka dan Mahal, Ini Cerita Warga Depok Saling Pinjam Tabung Oksigen Demi Menolong Sesama

Di tengah kesulitan mencari tabung oksigen, warga bergerak untuk saling pinjam tabung oksigen demi menolong sesama.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Ilustrasi - Di tengah kesulitan mencari tabung oksigen, warga bergerak untuk saling pinjam tabung oksigen demi menolong sesama. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, LIMO - Di masa PPKM Darurat, kebutuhan tabung oksigen melonjak drastis.

Tak sedikit warga yang tak kebagian lantaran stok tabung oksigen menjadi barang yang langka.

TONTON JUGA

Di tengah kesulitan itu, warga bergerak untuk saling pinjam tabung oksigen demi menolong sesama.

Salah satu kisah saling pinjam tabung oksigen berasal dari warga di RW 008, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok.

Warga bernama Dica Arizal (36) mengatakan inisiatif saling pinjam tabung bermula dari tetangganya yang sempat terpapar Covid-19 di awal bulan Juli kemarin.

Toko Eka Medical Oxygen untuk mengisi ulang tabung oksigen pada Rabu (7/7/2021) yang tiap harinya dipadati masyarakat 
Toko Eka Medical Oxygen untuk mengisi ulang tabung oksigen pada Rabu (7/7/2021) yang tiap harinya dipadati masyarakat  (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

Warga itu kesulitan untuk mendapatkan tabung oksigen .

Sebab, kala itu ketersediaan tabung oksigen terbilang langka karena lonjakan permintaan yang tinggi dan harganya yang mahal.

Baca juga: Vaksin Berbayar di Indonesia Dibatalkan Presiden Jokowi, Sekretaris Kabinet: Semuanya Tetap Gratis

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Terus, BHS Sebut PPKM Darurat Tak Efektif

Baca juga: Hadang Truk Demi Ikut Challenge Malaikat Maut, Nasib Dua Bocah Berakhir di Rumah Sakit dan Kuburan

Selain itu, warga juga tak bisa mengandalkan sepenuhnya perawatan kepada pihak rumah sakit.

Pihak rumah sakit kewalahan meladeni jumlah pasien yang membeludak.

Aris kebetulan memiliki satu tabung oksigen berukuran 1 kubik bekas digunakan oleh almarhumah ibunya.

TONTON JUGA

Tabung itu lama sudah tak terpakai.

Begitu mengetahui tetangganya sangat membutuhkan tabung, ia lalu meminjamkannya.

"Ternyata dari sana ada kemajuan, sesak nafas yang diderita tetangga saya berkurang," ujarnya kepada TribunJakarta.com di Kantor Sekretariat RW 008 Limo, pada Jumat (16/7/2021).

Namun, Aris melanjutkan tabung oksigen miliknya tak cukup bagi penderita Covid-19 yang sedang dirawat itu.

Sebab, sekitar 4 sampai 5 jam oksigen di dalam tabung segera habis.

Baca juga: Vaksin Berbayar di Indonesia Dibatalkan Presiden Jokowi, Sekretaris Kabinet: Semuanya Tetap Gratis

Aris mengetahui bahwa sejumlah warga di RT-nya juga memiliki tabung serupa.

"Nah, saya mengetahui ada beberapa tetangga yang punya."

"Saya infokan ke mereka untuk membantu penderita itu karena dia sangat membutuhkan," lanjutnya.

Bermula dari pengalaman meminjamkan itu, Aris dan warga lainnya terpikir untuk menghimpun tabung oksigen yang dimiliki warganya untuk dipinjamkan kepada yang membutuhkan.

TONTON JUGA

Terhitung dalam satu RT, warga memiliki 4 sampai 5 tabung oksigen.

Pengurus RW 008 juga memiliki satu tabung yang disimpan sebagai barang inventaris.

Mereka kemudian mengumumkan ketersediaan tabung oksigen kepada warga yang membutuhkan.

TONTON JUGA

"Kita sampaikan ke warga, kalau yang ada bisa tolong dipinjamkan."

"Dari sana warga berinisiatif sendiri meminjamkan tabung oksigen milik mereka," tambahnya.

Dikerahkan sejumlah relawan dari warga yang ditugasi mencari tempat pengisian tabung itu.

"Mereka swadaya ke tempat pengisian oksigen. Begitu habis dibawa ke tempat pengisian. Kalau masih ada warga lain yang tabungnya masih ada isinya kita langsung pinjamkan. Jadi rolling terus," katanya. 

Selain saling pinjam tabung oksigen, Aris menuturkan warga RW 008 juga berinisiatif memanggil dokter ke rumah warga.

Salah satu tetangganya yang merupakan anggota marinir sempat meminta tolong kepada dua orang dokter di institusinya.

Baca juga: Kabur dari Rumah, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Prostitusi Online: Dijual Rp 500 Ribu-Rp 1 Juta

Dua dokter itu datang secara bergantian untuk merawat sebanyak tiga warga yang mengalami saturasi rendah dan sulit makan di RW 008.

"Dokter dari marinir itu datang langsung ke rumah warga yang terpapar."

"Mengecek langsung sampai memberikan infus," ujarnya. 

Sejak kedatangan tim dokter, kondisi ketiga warganya sudah membaik dan negatif Covid-19.

Baca juga: Vaksin Berbayar di Indonesia Dibatalkan Presiden Jokowi, Sekretaris Kabinet: Semuanya Tetap Gratis

Saat ini, lanjut Aris, kebutuhan tabung oksigen di RW 008 masih tinggi dan ketersediaan oksigen masih sulit dicari.

Namun, berkat gotong royong antar sesama, kebutuhan tabung oksigen itu pun dapat tercukupi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved