Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Selama PPKM Darurat, Penjualan Pengusaha Kuliner Terjun 80 Persen

Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
ILUSTRASI pedagang Kuliner 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo) menyatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan pemerintah di Pulau Jawa dan Bali.

Dampkanya penjualan para pelaku usaha kuliner turun hingga 80 persen.

Ketua Umum Apkulindo DKI Jakarta sekaligus Founder NoMiNoMi, Rifqi Mohamad Amiruddin Syaukani mengatakan, PPKM Darurat menyebabkan pelaku usaha kuliner mengalami dampak yang kian berat.

Padahal, pengusaha kuliner hingga kini masih terus bertahan menghadapi dampak pandemi yang telah berlangsung sejak tahun lalu.

“Penjualan kami turun 80 persen dari biasanya dan karyawan jadwal nya di buat satu hari masuk 2 hari libur, karena kami hanya pakai 30 persen karyawan perhari. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi pengurangan karyawan”, ujar pemilik restoran ramen ini.

Sementara itu, Pengurus Apkulindo sekaligus Owner (Pemilik) dari Kopi & Martabak Bang Alay, Ali Pirmansyah mengatakan kebijakan PPKM darurat yang melarang restoran, rumah makan hingga kafe untuk menerima konsumen makan di tempat (dine in), juga berdampak pada anjloknya penjualan usaha kuliner yang dimilikinya.

Meskipun pemerintah mengizinkan layanan antar dan take away, namun kondisi ini tak mampu mendorong jumlah penjualan sebab keinginan konsumen yang cenderung lebih menyukai untuk makan di tempat (dine in).

“Dampak PPKM cukup berat buat kita, penjualan turun sekitar 60 persen karena memang tempat kami itu 80 persen costumer basic-nya untuk dine in dan menjadi tempat nongkrong. Kalau konsumen dating, kami harus menolak dan ketika kami tawarkan untuk take away, mereka lebih memilih balik kanan dan tidak jadi beli," ujar Ali.

Untuk menyiasatinya, Ali harus melakukan inovasi dan menjual produk yang dinilai bisa membantu meningkatkan angka penjualan.

Penjualan produk baru tersebut dijual secara online dan mengikuti tren yang sedang dicari konsumen saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved