Persija Jakarta

Peran Besar Pelatih Benny Dollo Berjasa Buat Rohit Chand Berkarir Gemilang di Persija Jakarta  

Gelandang asal Nepal, Rohit Chand memiliki karir yang gemilang bersama Persija Jakarta.

Editor: Elga H Putra
ISTIMEWA/Media Persija
Pemain serba bisa asal Nepal, Rohit Chand saat berpose diperkenalkan menjadi pemain baru Persija Jakarta.  

TRIBUNJAKARTA.COM - Gelandang asal Nepal, Rohit Chand memiliki karir yang gemilang bersama Persija Jakarta.

Dia pernah berhasil mengantarkan Persija Jakarta meraih tiga gelar sekaligus merebut gelar pemain Liga 1 2018.

Dua gelar yang diraihnya bersama Macan Kemayoran yakni gelar pramusim Piala Presiden 2018 dan Piala Menpora 2021.

Sedangkan gelar prestise yang diraihnya bersama tim kebanggaan ibu kota ialah menjuarai Liga 1 2018.

Rohit Chand bergabung dengan Persija Jakarta pada Mei 2013 usai direkrut dari PSPS Pekanbaru.

Hingga kini Rohit Chand telah bermain lebih dari 100 pertandingan bersama Macan Kemayoran.

Namun bagi Rohit Chand, ada peran besar dari pelatih kawakan tanah air yakni Benny Dollo untuk karirnya di Persija Jakarta.

Sebab, dia mengaku sempat kesulitan saat pertama kali tiba di tim ibu kota setelah sejenak bermain di PSPS Pekanbaru.

Baca juga: Beruntungnya Rohit Chand saat Dipertemukan Sosok Ini, Pria yang Bikin Kariernya Cemerlang di Persija

Baca juga: Bergabung dengan Persija Sejak 2002, Momen Terbaik Ismed Sofyan Terjadi Ketika Juara Tahun 2018

Baca juga: Tinggalkan Persija, Angelo Alessio Sibuk Komentari Transfer Serie A: AC Milan Beruntung Dapat Giroud

“Satu bulan awal di Persija, saya sebenarnya cukup kesulitan beradaptasi,” kata Rohit dilansir dari laman resmi klub, Selasa (20/7/20210.

Pasalnya, saat itu, Rohit Chand baru sekitar setengah tahun datang ke tanah air, tapi harus pindah ke kota baru yang penuh dengan tekanan.

Sementara di sisi lain, kemampuan berbahasa Indonesia dia belum mumpuni.

Apalagi, dukungan suporter Persija Jakarta, Jakmania sangat luar biasa sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi gelandang asal Nepal itu.

“Saya harus beradaptasi dengan tim baru dan style yang berbeda sehingga cukup sulit pada sebulan awal,” ungkap Rohit.

Beruntung Rohit memiliki Benny Dollo sebagai pelatih tim kala itu.

Benny mulai mengomando Persija pada 19 Maret 2013, menggantikan Iwan Setiawan yang mengundurkan diri.

Benny, diakui Rohit, mengemong dirinya dengan baik lewat beragam saran.

“Beliau memberi banyak masukan, menjelaskan strategi dengan sederhana sehingga saya bisa mengikutinya dengan tepat dan baik,” pungkas Rohit.

“Perlahan-lahan saya akhirnya bisa beradaptasi dan settle dengan tim, dengan keluarga baru di Persija.”

Selain Rohit, slot pemain asing Persija kala itu diisi pula oleh Fabiano Beltrame, Robertino Pugliara, Emmanuel Kenmogne, dan Lam Hok Hei. (TRIBUNJAKARTA/PERSIJA.ID)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved