Buka Cuma Tawuran, Pemuda di Menteng Wadas Jakarta Selatan Juga Melakukan Penjarahan
Tawuran antarkelompok di Jalan Menteng Wadas, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan terjadi tiga kali berturut-turut dalam waktu yang berdekatan.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tawuran di Jalan Menteng Wadas, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan mengakibatkan seseorang mengalami luka bacok.
"Dari pendataan kita ada satu orang mengalami luka akibat senjata tajam," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Achmad Akbar kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).
Selain korban luka, lanjut Akbar, sejumlah bangunan yang difungsikan sebagai tempat usaha juga dirusak para pelaku tawuran.
"4 tempat usaha itu mengalami kerusakan, karena kami bisa melihat secara demografi di lokasi terjadinya peristiwa ini, banyak rumah warga yang juga difungsikan sebagai tempat usaha," ujar dia.
"Sebagai contoh, ada salah satu yang mengalami kerusakan, adalah tempat tinggal, tapi di bawahnya digunakan sebagai tempat berjualan. Itu yang saya maksudkan sebagai tempat usaha," imbuhnya.
Tak hanya itu, beberapa warga juga kehilangan barang-barang berharganya saat tawuran berlangsung.
"Ada satu warga yang kehilangan barang di dalam rumahnya, seperti contoh handphone. Ini terjadi saat peristiwa tawuran, termasuk juga ada yang kehilangan barang dagangan," tutur Akbar.
Akbar mengatakan, tawuran di Jalan Menteng Wadas, Pasar Manggis, Setiabudi dipicu aksi saling ejek.
Kedua kelompok yang terlibat tawuran saling mengejek di media sosial Instagram.
"Latar belakang tetap masih kita dalami. Tapi di pemeriksaan awal kita setelah kejadian sampai sekarang ini, sifatnya masih berupa saling mengejek yang disampaikan melalui media sosial Instagram," kata Akbar.
Ia menjelaskan, kedua kelompok saling melempar ejekan yang bernada provokasi hingga memicu terjadinya tawuran.
"Saya tidak sebutkan kelompoknya. Tapi saya tegaskan ada kelompok yang terbentuk yang didasari komunikasi di media sosial, kemudian di situlah komunikasi yang salng mengejek provokasi terjadi, sehingga memicu terjadinya peristiwa tawuran tersebut," ujar dia.
Dalam kasus tawuran ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka.
"Kita amankan 15 pemuda yang tinggal di daerah itu, tapi bukan mengatasnamakan daerah, tapi kelompok pemuda," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/para-tersangka-kasus-tawuran-di-pasar-manggis-rabu-2172021.jpg)