Sisi Lain Metropolitan
Berkenalan dengan Lurah Aren Jaya Bekasi yang Hobi Memasak dan Jago Bikin Kopi
Muda, cantik, jago bikin kopi, Pipit sapaan akrabnya merupakan Lurah Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi yang baru menjabat tiga pekan
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Muda, cantik, jago bikin kopi, Pipit sapaan akrabnya merupakan Lurah Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi yang baru menjabat sekitar tiga pekan.
Wanita bernama lengkap Pra Fitria Angelia ini lahir 5 Juni 1985, usianya baru genap 36 tahun. Cukup muda untuk seorang pejabat lurah di kota padat penduduk seperti Bekasi.
Pipit saat dijumpai di kantor Kelurahan Aren Jaya, Jalan Nusantara, Perumnas 3, Bekasi Timur tampak modis dengan cardigan hitam dipadukan jilbab hijau.
"Silakan masuk, saya baru tiga minggu di sini, jadi masih baru," kata Pipit saat mempersilakan TribunJakarta.com menemuinya di Kantor Lurah Aren Jaya, Kamis (22/7/2021).
Ibu satu anak ini menceritakan, Kelurahan Aren Jaya merupakan wilayah yang tidak asing baginya. Sebab, sebelum ditunjuk sebagai lurah, ia sempat menjabat Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos).

"Jadi dulu saya pernah di Setwan (Sekretariat Dewan), lalu pernah di BKD, Bapenda, Dinas Pendidikan, jadi Kesos di Aren Jaya, sama jadi Sekel (sekretaris lurah) Bekasi Jaya," kata Pipit.
Mendapat amanat sebagai lurah, Pipit mengaku, tugasnya memang memiliki tanggung jawab besar karena harus memastikan pelayanan yang optimal ke masyarakat.
"Kalau ditanya gimana rasanya jadi lurah, ya emang panggilan jiwa, jadi ladang pahala juga buat saya karena bekerja bersentuhan langsung sama warga," ucapnya.

Sebagai seorang ibu, Pipit mengaku harus pintar-pintar membagi waktu antara mengurus anak dan menjalani kesibukan sebagai lurah.
Tidak jarang, dia menyempatkan pulang ke rumah ketika putranya meminta dibimbing untuk mengikuti belajar daring.
"Kemarin saya meninjau ke lokasi vaksinasi jam 7 pagi saya berangkat dari rumah, baru sampe anak saya nangis karena minta ditemani mulai belajar daring hari pertama," ucapnya.
"Anak saya baru masuk SD, dia minta dipeluk kalau udah dipeluk baru mau sekolah, akhirnya saya sempatin pulang sebentar setelah selesai saya balik lagi kerja," tuturnya.
Pipit menjelaskan, urusan keluarga dan pekerjaan sebisa mungkin harus jalan berdampingan. Konsekuensi ini sudah dia terima dan jalankan sejak memilih mengabdi sebagai aparatur sipil negara.
"Jadi memang sudah harus tektok banget, karena ya enggak boleh juga menomorduakan keluarga, jadi sebisa mungkin dibagi waktunya," ungkap Pipit.
Baca juga: Penjelasan Jasa Marga Terkait Orang yang Berbaring di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Baca juga: Blusukan ke Daerah Kumuh, Polisi Bagikan Sembako dan Makanan Siap Saji di Kebayoran Baru
Baca juga: Yuk Coba Letakan Bawang Putih di Bawah Bantal, Sederet Khasiat Ini Bisa Dirasakan Bangun Tidur