Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Seminggu Terakhir, Jumlah Pasien Covid-19 yang Dievakuasi Naik Bus Sekolah Turun

Seminggu terakhir, evakuasi pasien covid ke Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet menggunakan bus sekolah alami penurunan.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi UPAS Dishub DKI Jakarta
Awak bus sekolah saat proses evakuasi 66 lansia penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (21/12/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Seminggu terakhir, evakuasi pasien Covid-19 ke Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet menggunakan bus sekolah alami penurunan.

Setelah kasus Covid-19 alami lonjakan, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

Hasilnya, hal ini berpengaruh pada penurunan jumlah pasien covid yang dievakuasi menggunakan bus sekolah.

Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah DKI Jakarta, Ali Murtado mengatakan penurunan evakuasi menggunakan bus sekolah telah terlihat dalam seminggu terakhir.

"Mungkin berpengaruh, karena memang seminggu terakhir sudah alami penurunan. Dari grafik data juga sudah menurun sekali," katanya kepada TribunJakarta.com, Kamis (22/7/2021).

Bila sebelumnya jumlah titik penjemputan hampir menyentuh 40 titik.

Sejak seminggu terakhir sudah dibawah 20 titik dengan jumlah pasien dibawah 150 orang.

Baca juga: Temuan Cacing Hati, Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban di Jakarta Timur Berlangsung Hingga 23 Juli

Baca juga: Kemenko Maritim dan Investasi Ungkap 4 Faktor Pertimbangan Putus Relaksasi atau Pengetatan PPKM

Atas hal ini, pihaknya bisa sedikit bernapas lega lantaran personelnya juga sudah banyak yang berjatuhan atau terpapar.

"Alhamdulillah bisa tarik napas sedikit, karena saat giat evakuasi tinggi anggota saya banyak yang terpapar. Harapannya tentu sama dengan kebanyakan orang, agar corona cepat berlalu dan Jakarta segera pulih agar bisa bangkit. Tentunya diiringi dengan kepatuhan pada prokes yanf baik serta doa yang tidak boleh berhenti," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved