Breaking News:

Iduladha 2021

Temuan Cacing Hati, Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban di Jakarta Timur Berlangsung Hingga 23 Juli

Pemeriksaan postmortem atau setelah kematian terhadap hewan kurban 1442 Hijriah yang dilakukan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP)

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tampak cacing hati yang ditemukan petugas pada pemeriksaan postmortem hewan kurban di tempat pemotongan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Pemeriksaan postmortem atau setelah kematian terhadap hewan kurban 1442 Hijriah yang dilakukan Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur masih berjalan.

Petugas pengawas hewan kurban Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Zakiatun Muhammad mengatakan pemeriksaan guna memastikan organ hewan kurban yang dibagikan ke warga layak konsumsi.

"Pemeriksaan postmortem ini sudah dilakukan dari hari H (Iduladha) sampai hari Tasyrik (tiga hari setelah Iduladha), jadi sampai hari Jumat tanggal 23 Juli 2021," kata Zakiatun di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021).

Dalam pemeriksaan postmortem ini jajaran Sudin KPKP Jakarta Timur memeriksa organ hati, jantung, paru, limpa, dan ginjal seluruh hewan kurban yang di seluruh tempat pemotongan.

Bila dari hasil pemeriksaan ada organ hewan kurban tak layak konsumsi maka petugas memisahkan bagian tersebut, diberi cairan kimia lalu meminta panitia pemotongan memusnahkan bagian.

"Kalau persentase bagian organ yang terkena penyakitnya sedikit maka bisa dibuang sebagian, tapi kalau persentasenya tinggi harus dibuang seluruhnya satu organ," ujarnya.

Pada organ hati contohnya, Zakiatun menuturkan bila ditemukan cacing hati dalam persentase yang sedikit maka bagian ditemukan cacing hati tersebut cukup dipotong sebagian.

Baca juga: Mengandung Cacing Hati, Puluhan Kilogram Jeroan Hewan Kurban di Jakarta Pusat Dimusnahkan

Baca juga: 7 Kg Hati Sapi Mengandung Cacing Ditemukan di Tempat Pemotongan Hewan di Pasar Rebo

Sementara bagian hati lainnya masih dapat dibagikan ke warga, hal ini tergantung pada persentase jumlah cacing dan kondisi organ dari hasil pemeriksaan postmortem hewan kurban.

"Kalau bagian paru itu yang dilihat apa kena penyakit pneumonia (penyakit paru) atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan kepada seluruh hewan kurban di tempat pemotongan, jadi tidak per sampel," tuturnya.

Sejak Selasa (20/7/2021) hingga Rabu (21/7/2021) jajaran Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo sudah melakukan pemeriksaan terhadap 230 ekor hewan kurban di 10 tempat pemotongan.

Terdiri dari 74 ekor sapi, 154 kambing, dan 2 domba dengan hasil sebanyak 31,6 kilogram organ dimusnahakan karena dari hasil pemeriksaan postmortem dinyatakan tidak layak konsumsi.

Sebanyak 9,2 kilogram organ paru tak layak konsumsi diafkir karena dari pemeriksaan petugas Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo bagian paru terjangkit pneumonia atau penyakit paru.

Proses pemeriksaan postmortem hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah di tempat pemotongan, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021). 
Proses pemeriksaan postmortem hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah di tempat pemotongan, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (21/7/2021).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Sementara 22,4 kilogram hati diafkir karena dari pemeriksaan petugas di tempat pemotongan hewan kurban Iduladha 1442 Hijriah ditemukan terjangkit cacing hati dalam persentase banyak.

"Jadi kita mendatangi tempat-tempat pemotongan hewan kurban di permukiman warga lalu melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. Untuk memastikan organ dibagikan layak konsumsi," lanjut Zakiatun.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved