Terdampak PPKM Darurat, Pedagang Ini Pernah Hanya Dapat Rp 5000 Sehari & Belum Pernah Dapat Bantuan

Para pedagang kaki lima menjadi yang cukup terpukul atas adanya Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Editor: Elga H Putra
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Deri Galih Saputra, penjual tahu gejrot di Palabuhanratu, Jawa Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKABUMI - Para pedagang kaki lima menjadi yang cukup terpukul atas adanya Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Satu diantaranya dialami oleh Deri Galih Saputra (25) yang berjualan tahu gejrot di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Gara-gara adanya PPKM Darurat, kendati masih berjualan seperti biasanya, omzetnya menurun sangat drastis.

Bahkan sampai 85 persen.

Bila biasanya sebelum PPKM Darurat pendapatannya Rp 150 hingga Rp 200 ribu.

Saat PPKM Darurat, ia mengaku pernah berpendapatan Rp 5.000 sehari.

"Bukan ngilangin rezeki tapi kenyataannya kaya gitu.

Selama PPKM saya buka nyoba dari siang, kalau biasanya buka asar jam 4," kata Deri, Rabu (21/7/2021) malam.

Ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sosial Covid-19.

Ia juga pernah mendaftar bansos UMKKM, namun belum pernah dapat.

Baca juga: Simak Aturan Lengkap PPKM Level 4 di DKI Jakarta, Diterapkan hingga 25 Juli 2021: KBM Masih Online

Baca juga: Curhat Pedagang Usai Disuruh Tutup Selama PPKM Darurat, Lapak Jualan Berubah jadi Sarang Tikus

Baca juga: Berikut 7 Daftar Wilayah PPKM Level 4 di Jawa dan Bali, Berlaku hingga 25 Juli 2021

"Alhamdulillah selama corona ini sudah sekitar 2 tahun belum pernah dapat.

UMKM belum pernah, pernah udah daftar karena ditawarin, tapi gak dapat," ucapnya.

Dia berharap ada kelonggaran dari Pemerintah terkait jam buka bagi pedagang.

Walaupun saat ini sudah dilonggarkan sampai pukul 21.00 WIB.

"Kalau bisa sih corona keinginan semua masyarakat gak ada, cuma saya sih lebih kepengen kebijakannya lebih di longgarin lagi lah, karena kan para pedagang itu kita tidak melihat di luaran itu banyak virusnya ada atau tidak ada, tetap kita kan mencari nafkah dari jualan," katanya.

"Kalau kita sih aturannya lebih di longgarin lagi, kaya PPKM lebih bebas lagi waktunya bisa lebih lama, udah gitu nutup jalannya gak terlalu diperketat banget karena orang pada takut, yang mau ke sini pada takut," ucap Deri

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul PPKM Terasa Berat, Pendapatan Pedagang di Palabuhanratu Ini Merosot Hanya Dapat Rp 5.000 Sehari

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved