Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Antisipasi Warga Berangkat Demo 'Jokowi End Game', Polisi Sebar Personel ke Pasar dan Kampus

Polrestro Jakarta Timur mengerahkan 500 personel guna mencegah aksi demo bertajuk Jokowi End Game yang bertujuan menolak PPKM Level 4.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan saat berada di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Polrestro Jakarta Timur mengerahkan 500 personel guna mencegah aksi demo bertajuk Jokowi End Game yang bertujuan menolak PPKM Level 4.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan pihaknya 500 personel tersebut bakal disebar ke sejumlah lokasi yang diperkirakan jadi tempat titik kumpul massa.

"Misalnya pasar, kampus. Di situ banyak masyarakat yang bisa dimanfaatkan sekelompok golongan mengumpulkan massa," kata Erwin saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (24/7/2021).

Menurutnya aksi demo di masa pandemi Covid-19 tidak diperkenankan karena menimbulkan kerumunan yang memicu penularan Covid-19 meluas lewat droplet dan kontak dalam jarak dekat.

Terlebih Jakarta Timur masih menjadi kota dengan penembahan kasus terkonfirmasi Covid-19 harian paling tinggi se-DKI Jakarta karena faktor kepadatan penduduk dan jadi wilayah perbatasan.

Erwin menuturkan jajarannya bakal meminta warga yang hendak berdemo membubarkan diri secara persuasif lewat imbauan, namun penindakan akan dilakukan bila adanya perlawanan.

"Pengamanan unjuk rasa sesuai SOP (standar operasional prosedur), dengan tahapan-tahapan yang sudah sesuai hukum yang berlaku. Untuk pengamanan unjuk rasa prokes tetap diutamakan," ujarnya.

Baca juga: Driver Ojek Online Diimbau Tak Terprovokasi Ajakan Aksi Demo di Istana Negara, Sabtu (23/7) Besok

Baca juga: Viral Seruan Driver Ojek Online Demo ke Istana Negara, Ketua Gabungan Aksi Roda Dua: Tidak Ada Aksi

Aksi demo menolak PPKM di Jakarta Timur sebelumnya terjadi di kolong Flyover Pasar Rebo, Kecamatan Ciracas pada Jumat (23/6/2021) yang dilakukan puluhan mahasiswa.

Mahasiswa menilai upaya pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 meluas lewat PPKM Darurat yang berlaku sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 dan PPKM Level 4 tidak efektif.

Alasannya penambahan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 dan tingkat kematian tidak turun signifikan, sementara sektor ekonomi terdampak karena adanya pembatasan mobilitas warga.

Pun memilih membubarkan diri, mahasiswa mengancam bakal menggelar demo susulan dengan massa lebih banyak bila pemerintah melanjutkan PPKM Level 4 setelah tanggal 25 Juli 2021.

"Bapak enak digaji, kita untuk jalan saja harus bayar pajak. Dengarkan suara kami dong pak," kata seorang mahasiswa dalam orasinya kepada jajaran Polrestro Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021). (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved