Breaking News:

Persija Jakarta

Berkarier Hampir 20 Tahun di Persija Jakarta, Tahun 2013 Adalah Momen Terendah untuk Ismed Sofyan

Bek senior Ismed Sofyan telah membela Persija Jakarta sejak tahun 2002. tahun 2013 adalah momen terendah baginya.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Wakil kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan saat ditemui setelah pertandingan menghadapi Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2019) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bek senior Ismed Sofyan telah membela Persija Jakarta sejak tahun 2002.

Selama bersama Macan Kemayoran, Ismed telah mengalami dinamika Persija Jakarta, mulai dari meraih prestasi hingga pengalaman yang tidak mengenakan.

Sebagai pesepak bola profesional, Ismed pernah pula melewati momen pahit bersama tim Oranye.

Salah satu yang diingat pesepak bola 41 tahun itu hingga sekarang adalah tatkala Persija harus berupaya keras lepas dari zona degradasi pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2013.

“Buat saya, musim 2013 adalah momen terendah selama di Persija Jakarta,” kata Ismed dikutip dari persija.id.

Ismed berujar bahwa kala itu sejumlah pemain utama Persija Jakarta meninggalkan tim, karena beragam alasan.

Akibatnya, skuad menjadi sedikit limbung dan berakibat tidak baik bagi permainan di lapangan hijau.

Di kompetisi LSI  musim 2013, Persija harus finish di posisi ke-11 dari 18 tim dengan 12 kemenangan, enam imbang, dan 16 kekalahan.

Baca juga: Jalani Terapi Usai Operasi Lutut, Bek Senior Persija Jakarta Ismed Sofyan Optimis kembali Merumput

Bahkan, tim menyatat rekor kekalahan beruntun terpanjang yang ditorehkan sebuah klub pada musim itu yakni enam pertandingan.

"Biasanya, Persija langganan di papan atas. Tetapi musim itu kami terpuruk. Itu menjadi momen paling sulit buat saya,” ujar Ismed.

Catatan buruk Persija saat itu pun membuat sejumlah klub tanah air menggoda Ismed untuk bergabung, tetapi ia menolak karena masih mencintai tim ibu kota.

“Saya ingin membantu tim keluar dari situasi sulit," ucap Ismed.

“Rasa cinta setiap orang kan berbeda. Kalau memikirkan materi, peluang (pindah) terbuka lebar karena banyak tawaran dengan nominal cukup besar. Tetapi soal kenyamanan, tidak semua klub memilikinya," papar Ismed.

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved