Persija Jakarta

Posting Foto Dengan Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan: Ngobrol dengan Manager, Bukan Teman Sekamar

Hal itu ketika Ismed Sofyan memposting foto dirinya bersama eks bomber Macan Kemayoran Bambang Pamungkas.

Editor: Elga H Putra
Instagram @ismedsofyan14
Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ada yang menarik dari postingan foto pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan di Instagram pribadinya.

Hal itu ketika Ismed Sofyan memposting foto dirinya bersama eks bomber Macan Kemayoran Bambang Pamungkas.

Dalam foto yang diunggah Senin (26/7/2021) itu, terlihat keduanya sedang berdiri berdampingan.

Keduanya tampak serius memandang ke arah yang sama dengan gayanya masing-masing.

Ismed Sofyan tampak menyilangkan tangan di dadanya, sedangkan Bambang Pamungkas memasukan kedua tangannya ke saku celana.

Kendati begitu, pakaian yang dipakai keduanya begitu kontras.

Ismed Sofyan mengenakan kaus latihan Persija Jakarta.

Sedangkan Bambang Pamungkas tampak begitu rapi dengan kemeja putih berbalut dasi dan celana panjang hitam.

Bambang Pamungkas juga mengenakan masker putih dan mengenakan jam tangan di lengan kanan serta atribut gelang di lengan kirinya.

Dalam keterangan foto yang diunggahnya, Ismed Sofyan menuliskan bahwa saat ini dirinya ketika berbicara dengan Bambang Pamungkas bukanlah sebagai teman sekamar lagi, melainkan antara pemain dan manajer Persija Jakarta.

Baca juga: Penyerang Persija Osvaldo Haay Kenang Gol dan Assist ke Gawang Persib Bandung

Baca juga: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung dan Persebaya, Klaim Klub Liga 1 dengan Penonton Terbanyak

Baca juga: Berkarier Hampir 20 Tahun di Persija Jakarta, Tahun 2013 Adalah Momen Terendah untuk Ismed Sofyan

Sejak mengumumkan diri pensiun dari sepak bola, pria panggilan Bepe itu memang menjadi manajer Macan Kemayoran.

"Sekarang ngobrol dengan manager bukan teman sekamar lagi," tulis Ismed Sofyan di akun Instagramnya @ismedsofyan14 seperti dikutip TribunJakarta.com Selasa (27/7/2021).

Ya, seperti diketahui bahwa kedua pemain itu memang merupakan legenda bagi Persija Jakarta.

Semasa bermain bersama memperkuat Macan Kemayoran, kedua sosok senior itu memang merupakan teman dekat dan merupakan teman satu kamar.

Postingan momen keakraban Ismed Sofyan dan Bambang Pamungkas ini pun dikomentari oleh sejumlah pemain, baik yang masih aktif bermain maupun yang sudah gantung sepatu.

Penelusuran TribunJakarta.com, sejumlah pemain yang mengomentari momen kehangatan dua bintang Persija Jakarta itu diantaranya Greg Nwokolo, Zaenal Arif, hingga mantan bek PSIS Semarang, Harry Salisburi.

Tak lupa para Jakmania juga memberikan komentar positif mengenai momen keakraban dua idola mereka.

Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan di sela-sela latihan Persija Jakarta, Jumat (29/6/2018) di Stadion PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian).
Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan di sela-sela latihan Persija Jakarta, Jumat (29/6/2018) di Stadion PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). (SUPER BALL/FERI SETIAWAN)

Momen Terberat Ismed Sofyan di Persija

Bek senior Ismed Sofyan telah membela Persija Jakarta sejak tahun 2002.

Selama bersama Macan Kemayoran, Ismed telah mengalami dinamika Persija Jakarta, mulai dari meraih prestasi hingga pengalaman yang tidak mengenakan.

Sebagai pesepak bola profesional, Ismed pernah pula melewati momen pahit bersama tim Oranye.

Salah satu yang diingat pesepak bola 41 tahun itu hingga sekarang adalah tatkala Persija harus berupaya keras lepas dari zona degradasi pada kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2013.

“Buat saya, musim 2013 adalah momen terendah selama di Persija Jakarta,” kata Ismed dikutip dari persija.id.

Ismed berujar bahwa kala itu sejumlah pemain utama Persija Jakarta meninggalkan tim, karena beragam alasan.

Akibatnya, skuad menjadi sedikit limbung dan berakibat tidak baik bagi permainan di lapangan hijau.

Di kompetisi LSI  musim 2013, Persija harus finish di posisi ke-11 dari 18 tim dengan 12 kemenangan, enam imbang, dan 16 kekalahan.

Ismed Sofyan, pemain senior Persija Jakarta. DOK TABLOID BOLA
Ismed Sofyan, pemain senior Persija Jakarta. DOK TABLOID BOLA (Dok Tabloid Bola)

Bahkan, tim menyatat rekor kekalahan beruntun terpanjang yang ditorehkan sebuah klub pada musim itu yakni enam pertandingan.

"Biasanya, Persija langganan di papan atas. Tetapi musim itu kami terpuruk. Itu menjadi momen paling sulit buat saya,” ujar Ismed.

Catatan buruk Persija saat itu pun membuat sejumlah klub tanah air menggoda Ismed untuk bergabung, tetapi ia menolak karena masih mencintai tim ibu kota.

“Saya ingin membantu tim keluar dari situasi sulit," ucap Ismed.

“Rasa cinta setiap orang kan berbeda. Kalau memikirkan materi, peluang (pindah) terbuka lebar karena banyak tawaran dengan nominal cukup besar. Tetapi soal kenyamanan, tidak semua klub memilikinya," papar Ismed.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved