Sumbangan Rp 2 T Memang Wasiat Akidi Tio, Inilah Alasan Keluarga Baru Laksanakan 12 Tahun Kemudian
Sebelum wafat, pengusaha Akidi Tio rupanya memang berwasiat agar uang tabungannya sebesar Rp 2 triliun untuk disumbangkan di saat situasi tengah sulit
TRIBUNJAKARTA.COM, PALEMBANG - Sebelum wafat, pengusaha Akidi Tio rupanya memang berwasiat agar uang tabungannya sebesar Rp 2 triliun untuk disumbangkan di saat situasi tengah sulit.
Akidi Tio yang merupakan pengusaha di bidang kontraktor dan perkebunan sawit asal Aceh itu meninggal dunia pada tahun 2009.
Dan baru 12 tahun kemudian, wasiat mendiang Akidi Tio itu dilaksanakan oleh para anak-anaknya.
Rupanya memang ada alasan tersendiri mengapa pihak keluarga baru menjalankan wasiat itu jauh setelah sang ayah meninggal dunia.
Padahal uang tersebut sudah ada sejak Akidi Tio masih hidup.
Uang sebesar Rp 2 triliun itu memang dikumpulkan sendiri oleh Akidi Tio untuk nantinya disumbangkan kepada masyarakat.
Terkait alasan keluarga yang baru menjalankan amanat Akidi Tio 12 tahun pasca sang ayah pergi dijelaskan oleh salah satu menantunya, Rudi Sutadi.
"Jadi uang itu sebetulnya bukan kami yang kumpulkan. Uang itu Bapak kumpulkan sendiri dan minta kami salurkan saat kondisi sulit, agar membantu warga, sehingga wasiat tersebut kami jalankan," kata Rudi saat berada di kediamannya, di Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (28/7/2021).
Pesan mendiang Akidi Tio bahwa uang itu disalurkan saat kondisi sulit itulah yang membuat pihak keluarga baru menyumbangkannya pada tahun 2021 ini atau 12 tahun setelah meninggalnya Akidi Tio.
Sebab. pihak keluarga melihat bahwa saat ini memang tengah dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19.
Baca juga: Keluarga Akidi Tio yang Beri Rp 2 Triliun untuk Tangani Covid: Dikenal Rajin Donasi tanpa Publikasi
Baca juga: Jembatani Keluarga Pengusaha Akidi Tio yang Sumbang Rp 2 Triliun, Siapakah Sosok Kapolda Sumsel?
"Wasiat itu memang lama belum kami berikan, karena menunggu momen yang dikehendaki oleh Bapak.
Bapak berpesan agar uang ini dikeluarkan ketika kondisi benar-benar sulit untuk membantu warga.
Kebetulan sekarang dalam masa pandemi, sehingga kami keluarkan," papar Rudi.
Alasan Memilih Palembang
Lebih lanjut Rudi menjelaskan alasan mengapa uang Rp 2 triliun itu diberikan di Palembang, Sumatera Selatan.
Uang sebesar Rp 2 triliun itu diberikan langsung oleh Prof dr Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga almarhum Akidi kepada jajaran Forkopimda Sumatera Selatan di Polda Sumatera Selatan, Palembang pada Senin (26/7/2021).
Kata Rudi, perihal dipilihnya kota Palembang untuk disumbangkan uang Rp 2 triliun memang merupakan permintaan dari mendiang mertuanya.

Meskipun berasal dari Aceh, Akidi Tio telah lama menetap di Kota Palembang sehingga memiliki keterikatan emosional yang kuat.
Menurut Rudi, keluarga besar almarhum Akidi Tio tak ingin terlalu terekspose oleh media, karena memberikan bantuan itu secara ikhlas tanpa pamrih.
Mereka berharap bantuan yang menjadi wasiat Akidi dapat tersalurkan dengan baik.
"Biarlah ini menjadi kebaikan Pak Akidi, kami tidak minta syarat apapun. Seluruhnya diserahkan ke pihak terkait untuk mengelola dana itu," kata dia.
Takut Karma
Bagi anak-anak Akidi Tio, uang Rp 2 Triliun itu merupakan amanah.
Oleh karena itu, jika tidak disalurkan mereka takut dapat menjadi karma.
"Takutnya jadi karma kalau tidak disalurkan, karena itu uang wasiat dari bapak semasa hidup," kata dia.
Mendiang Akidi Tio semasa hidup memang memberikan wejangan kepada anak-anaknya, untuk selalu peduli terhadap sesama.
Baca juga: Pengusaha UMKM Dukung Kebijakan e-commerce Selama PPKM Darurat Diterapkan
Baca juga: Satpol PP Gadungan Tipu 9 Orang, Pelaku Buat Sendiri Kop Surat Pengangkatan Pegawai
Nasehat itu terus dilakukan oleh penerusnya hingga kini.
Menurut Rudi, kondisi pandemi seperti saat ini, merupakan momen yang tepat untuk mewujudkan wasiat dari bapak mertuanya tersebut.
"Karena amanahnya untuk orang-orang kesulitan, maka inilah waktu yang tepat untuk disalurkan," kata dia.
Menurut dia, uang tersebut diberikan tanpa syarat.

Dan pihak keluarga mempercayakan kepada pihak terkait untuk mengelolahnya.
"Kami berharap dana ini bisa menyelesaikan masalah pandemi di Sumsel," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, sumbangan sebesar Rp 2 triliun tersebut diserahkan langsung oleh Prof dr Hardi Darmawan yang merupakan dokter keluarga almarhum Akidi di Polda Sumatera Selatan, Senin (26/7/2021).
Hardi mengatakan, ia semula mendapatkan telepon dari salah satu anak Akidi.
Dalam sambungan telepon itu, ia diminta untuk memberikan bantuan sebesar Rp 2 triliun bagi warga Sumatera Selatan.
Keluarga Akidi pun meminta agar dana itu diamanahkan melalui Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.
Jenderal bintang dua ini kebetulan mengenal keluarga almarhum Akidi saat sedang bertugas di Aceh.
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul Anak Akidi Tio : Kami Berharap Rp 2 Triliun Ini Bisa Menyelesaikan Pandemi di Sumsel,