Sisi Lain Metropolitan
Unit Respon Cepat Pemulasaran Jenazah Noncovid di Jabodetabek Gratis: Ini Sekilas Cerita Pendirinya
Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ) layani pemulasaran jenazah noncovid gratis hingga saat ini secara gratis
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Berdiri sejak Agustus 2020 lalu, Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ) layani pemulasaran jenazah noncovid gratis hingga saat ini.
Di tengah pandemi, URCPJ Yayasan Mutiara Sunah yang terletak di Jalan Delima, Duren Sawit, Jakarta Timur hadir membantu masyarakat muslim dari berbagai kalangan dalam pemulasaran jenazah.
Tanpa dikenakan biaya dan tak menerima uang tip dari keluarga yang berduka, pemulasaran jenazah noncovid diberikan secara gratis.
Kordinator Relawan URCPJ, Novi Ummu Cinta (50) menuturkan ia merupakan pendiri URCPJ Yayasan Mutiara Sunah.
Atas dorongan donatur yang tak lain merupakan rekan baiknya, ia membentuk URCPJ pada akhir Agustus tahun lalu.
Setelah melalui lima kali rapat perencanaan pada bulan Juli 2020, akhirnya terbentuklah URCPJ dengan konsep yang jelas.
Baca juga: Uang untuk Ambulans dan Kafan Jenazah, Pengurus RW 05 Beji Kembalikan Donasi Rp 50 Ribu ke Warga
"Kemudian 2020 ada hubungan baik ikhwan sekeluarga dia pengusaha. Di mana saya bermualah saya mengajarkan istri dan ibunya mengajarkan tajwid," jelas Novi kepada TribunJakarta.com, Kamis (29/7/2021).
"Saya buka omongan yayasan pemulasaran jenazah. Konsepnya belum ada saat itu. Akhirnya setelah rapat 5 kali akhirnya terwujud ini 2020. Juni-September cari tempat dengan segala SOP berdirilah tempat ini," lanjutnya.
Dari mulut ke mulut, akhirnya Novi memiliki lebih dari 60 relawan yang tersebar di sejumlah wilayah Jabodetabek.
Relawan ini dijelaskannya merupakan rekannya sendiri yang mendedikasikan hidupnya tanpa dibayar maupun digaji atau kerja ikhlas membantu sesama umat muslim.
Novi menjelaskan diawal perekrutan relawan, ia membekali pengetahuan terkait pemulasaran jenazah hingga menyampaikan dengan tegas konsekuesi untuk relawan bila menerima tip dari keluarga yang berduka.
Sehingga mereka akan mengarahkan tip itu untuk infak atas nama jenazah tersebut dan nantinya dibelikan kembali peralatan pemulasaran seperti kain kafan, kapur barus dan lain sebagainya.
"Relawan yang bergabung dengan kami, sudah kami edukasi iman siap mewakafkan dirinya untuk akhirat. Kami dengan tegas menolak itu (tip). Relawan yang menerima itu akan kita berikan kartu merah," ungkapnya.
Baca juga: Krematorium Cilincing: Ada Sejak 1975, Tempat Pembakaran Jenazah Lintas Agama Terlengkap di DKI
Sosok Novi dan mengenal lebih dalam URCPJ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/novi-kiri-dan-mita-kanan-di-urcpj-yayasan-mutiara-sunah.jpg)