Antisipasi Virus Corona di DKI
Kasus Covid-19 di DKI Melandai, BOR RS Rujukan 62 Persen dan ICU 80 Persen
Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta terus menurun.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta terus menurun.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, tingkat keterisian 140 rumah sakit rujukan kini sudah berada di bawah 90 persen.
"Terkait BOR alhamdulillah per tanggal 29 Juli sudah mencapai 62 persen dan ICU 80 persen," ucapnya, Jumat (30/7/2021).
Angka ini jauh menurun dibandingkan awal Juli lalu saat BOR mencapai lebih dari 95 persen.
Walau BOR terus menurun, Ariza memastikan, Pemprov DKI bakal tetap menggencarkan 3T, yaitu tracing, testing, dan treatment.
"Termasuk memastikan tenaga kesehatan, oksigen, hingga peti mati kita pastikan semuanya siap," ujarnya.
Semakin membaiknya BOR tidak terlepas dari penurunan kasus Covid-19 di ibu kota selama beberapa hari terakhir.
Kini penambahan kasus harian berkisar di angka 2.000 hingga 5.000 kasus.
Baca juga: Pelayanan Pemulasaran Jenazah Noncovid Gratis dari URCPJ, Daftar Lokasi dan Mekanisme Pengajuannya
Kondisi ini jelas berbeda dibandingkan awal Juli lalu, di mana penambahan kasus mencapai 12.000 sampai 14.000 kasus per hari.
"Angka Kematian turun di 1,5 persen dan angka kesembuhan naik jadi 94,2 persen," kata Ariza.
Selain itu, kasus aktif Covid-19 juga terus menurun dari 113.137 di tanggal 16 Juli menjadi 27.466 pada 29 Juli 2021 kemarin.
"Kita bersyukur atas kerja keras semua, tentu atas disiplin masyarakat semua pada umumnya kita bisa menurunkan kasus Covid-19 di Jakarta," tuturnya.
Baca juga: Wakil Gubernur DKI: 10 Persen Warga Jakarta Belum Dapat Bansos Covid-19
Walau demikian, ia meminta warganya tidak berpuas diri lantaran lonjakan kasus bisa kapan saja terjadi.
Untuk itu, politisi Gerindra ini meminta masyarakat tetap waspada dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.
"Kita tidak boleh berpuas diri, tetap prokes, tetap berada di rumah, laksanakan 5M, hindari kerumunan, kurangi mobilitas," ucapnya.
"Kemudian, tidak kalah penting untuk laksanakan PPKM Level 4 secara konsekuen," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-pasien-covid-19-di-rs.jpg)