Sisi lain metropolitan

Pelayanan Pemulasaran Jenazah Noncovid Gratis dari URCPJ, Daftar Lokasi dan Mekanisme Pengajuannya

Pemulasaran jenazah noncovid dari Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ) telah tersedia diberbagai wilayah di Jabodetabek.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Relawan URCPJ menunjukkan peralatan pemulasaran jenazah hingga mobil ambulans di Kantor Pusat URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Pemulasaran jenazah noncovid dari Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ) telah tersedia diberbagai wilayah di Jabodetabek.

Di tengah pandemi, URCPJ Yayasan Mutiara Sunah yang terletak di Jalan Delima, Duren Sawit, Jakarta Timur hadir untuk membantu masyarakat muslim dari berbagai kalangan dalam pemulasaran jenazah.

Tanpa dikenakan biaya dan tak menerima uang tip dari keluarga yang berduka, pemulasaran jenazah non covid diberikan secara gratis.

Dalam pemulasaran jenazah, keluarga mendapatkan fasilitas gratis yakni memandikan, kafankan, salatkan hingga layanan ambulans gratis untuk mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.

Telah hadir dari akhir Agustus 2020 lalu, URCPJ telah memiliki beberapa tunas sebagai perwakilan diberbagai wilayah.

"Kita ada di Gembrong, Menteng Dalam, Pangkalan Jati, Komplek Ixora Bantar Gebang, Pondok Bambu dan Cibinong," kata Kordinator Relawan URCPJ, Novi Ummu Cinta (50) saat dikonfirmasi, Jumat (30/7/2021).

Untuk di Gembrong, nantinya akan melayani pemulasaran jenazah noncovid sekitaran Kampung Melayu, Jatinegara, Otista, Tebet dan Matraman.

Baca juga: Layani Pemulasaran Jenazah Noncovid, Ambulans URCPJ Dimodifikasi Jadi Tempat Memandikan Jenazah

Baca juga: Unit Respon Cepat Pemulasaran Jenazah Noncovid di Jabodetabek Gratis: Ini Sekilas Cerita Pendirinya

Sehingga kalau ada panggilan di wilayah tersebut, relawan di sana yang akan terjun didampingi Novi.

Untuk di Pangkalan Jati, melayani wilayah Kelurahan Makasar dan Kelurahan Cipinang Melayu.

Selanjutnya untuk, Menteng Dalam, Komplek Ixora dan Pondok Bambu khusus di melayani pemulasaran jenazah noncovid di wilayah itu saja.

Sementara untuk di Cibinong belum diberikan titiknya lantaran relawan URCPJ sudaj tersebar dibeberapa titik.

Meski demikian, titik lokasi itu tak menjadi patokan wilayah pelayanan. Namun hanya untuk memudahkan pihak URCPJ saja dalam menangani pemulasaran jenazah.

Sehingga pihaknya masih menerima pemulasaran jenazah di wilayah Jabodetabek.

Relawan URCPJ menunjukkan peralatan pemulasaran jenazah hingga mobil ambulans di Kantor Pusat URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021).
Relawan URCPJ menunjukkan peralatan pemulasaran jenazah hingga mobil ambulans di Kantor Pusat URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021). (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Sayangnya, imbas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diperpanjang, relawan yang aktif bergerak hanya di tiga wilayah.

Yakni di URCPJ pusat (Jalan Delima, Duren Sawit, Jakarta Timur), Gembrong dan Pangkalan Jati.

Berdirinya URCPJ

Berdiri sejak Agustus 2020 lalu, Unit Respon Cepat Pengurusan Jenazah (URCPJ) layani pemulasaran jenazah noncovid gratis hingga saat ini.

Di tengah pandemi, URCPJ Yayasan Mutiara Sunah yang terletak di Jalan Delima, Duren Sawit, Jakarta Timur hadir untuk membantu masyarakat muslim dari berbagai kalangan dalam pemulasaran jenazah.

Tanpa dikenakan biaya dan tak menerima uang tip dari keluarga yang berduka, pemulasaran jenazah non covid diberikan secara gratis.

Mita di URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021).
Mita di URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Kordinator Relawan URCPJ, Novi Ummu Cinta (50) menuturkan ia merupakan pendiri URCPJ Yayasan Mutiara Sunah.

Atas dorongan donatur yang tak lain merupakan rekan baiknya, ia membentuk URCPJ pada akhir Agustus tahun lalu.

Setelah melalui lima kali rapat perencanaan pada bulan Juli 2020, akhirnya terbentuklah URCPJ dengan konsep yang jelas.

"Kemudian 2020 ada hubungan baik ikhwan sekeluarga dia pengusaha. Di mana saya bermualah saya mengajarkan istri dan ibunya mengajarkan tajwid," jelas Novi.

"Saya buka omongan yayasan pemulasaran jenazah. Konsepnya belum ada saat itu. Akhirnya setelah rapat 5 kali akhirnya terwujud ini 2020. Juni-September cari tempat dengan segala SOP berdirilah tempat ini," lanjutnya.

Dari mulut ke mulut, akhirnya Novi memiliki lebih dari 60 relawan yang tersebar di sejumlah wilayah Jabodetabek.

Relawan URCPJ menunjukkan peralatan pemulasaran jenazah
Relawan URCPJ menunjukkan peralatan pemulasaran jenazah (Istimewa)

Relawan ini dijelaskannya merupakan rekannya sendiri yang mendedikasikan hidupnya tanpa dibayar maupun digaji atau kerja ikhlas membantu sesama umat muslim.

Novi menjelaskan diawal perekrutan relawan, ia membekali pengetahuan terkait pemulasaran jenazah hingga menyampaikan dengan tegas konsekuesi untuk relawan bila menerima tip dari keluarga yang berduka.

Sehingga mereka akan mengarahkan tip itu untuk infak atas nama jenazah tersebut dan nantinya dibelikan kembali peralatan pemulasaran seperti kain kafan, kapur barus dan lain sebagainya.

"Relawan yang bergabung dengan kami, sudah kami edukasi iman siap mewakafkan dirinya untuk akhirat. Kami dengan tegas menolak itu (tip). Relawan yang menerima itu akan kita berikan kartu merah," ungkapnya.

Sosok Novi dan mengenal lebih dalam URCPJ

Sebelum mendirikan URCPJ dan memiliki puluhan relawan, Novi merupakan ibu rumah tangga biasa.

Namun, ibu tiga anak sudah bergelut memandikan dan mengkafakan jenazah sedari puluhan tahun lalu.

Novi menuturkan awalnya ia tidak berani memandikan jenazah meskipun ilmunya telah mempuni.

Praktek pertamanya ia lakukan lantaran orang tua rekannya meninggal dan ia dimintai bantuan.

Akhirnya, ia mengiyakan dan memberanikan diri untuk memandikan jenazah.

Novi (kiri) dan Mita (kanan) di URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021)
Novi (kiri) dan Mita (kanan) di URCPJ Yayasan Mutiara Sunah, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (29/7/2021) (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

"Oh ternyata gua bisa ya. Oh ternyata saya berani ya," ucapnya kala itu.

Mulai dari situlah, ia mulai berani memandikan dan mengkafani jenazah.

Menariknya, sebelum mendirikan URCPJ, ia juga mendapatkan ilmu tambahan dari dokter Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur.

Ilmu yang diberikan ialah terkait tata cara memandikan jenazah non covid di tengah pandemi.

Sehingga pemulasaran jenazah yang dilakukan para relawan URCPJ sudah sesuai dengan prosedur operasional yang ditetapkan.

"Sebelum buka ini saya dilatih dr forensik dari RSUP Persahabatan. Jadi sop apa yang diberikan dan pelayanan bagi jadi jenazah non covid pada saat pandemi," jelasnya.

"Jadi itu ada SOP nya, karena pada dasarnya jenazah itu menularkan walaupun pasif dari cairan-cairan yang keluar, seperti cairan darah dari hidung maupun anus, saluran air pemandiannya. Nah itu saya mendapatkan dua kali pelatihan dulu secara intensif dengan dr Putri itu. Jadi kita sudah sesuai SOP itu," tambahnya.

Cara mendapatkan layanan pemulasaran jenazah gratis

Lalu bagaimanakah cara mendapatkan pemulasaran jenazah non covid gratis dari URCPJ?.

Novi mengatakan semenjak pandemi ia menerapkan landasan utama bagi para keluarga yang berduka, yakni penyertaan surat keterangan kematian dari Puskesmas setempat.

"Landasan kami surat kematian dari Puskesmas. Apabila ada panggilan ke kami, kami identifikasi dan kami mintai surat kematiannya dari Puskesmas yang ada barcodenya," jelas Novi.

Berikut langkah permintaan pemulasaran jenazah gratis:

1. Pertama pihak keluarga menghubungi pihak URCPJ di call center dengan nomor 081282506578.

2. Menyertakan Surat Kematian dari pihak Puskesmas.

3. Pihak URCPJ akan memberikan informasi detail terkait pemulasaran jenazah.

Selain itu, URCPJ juga memiliki ambulans yang sudah dicustom atau dimodifikasi.

Sehingga bisa memandikan jenazah langsung di dalam ambulans ketika lokasi rumah duka kurang memadai. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved