Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Bantu Sesama Disaat Pandemi, Sejumlah Pemuda di Depok Bikin Rak Berbagi untuk Warga

Sejumlah kantong plastik berisi aneka sayur mayur dan bahan pangan lainnya digantung di rak berbahan kayu sederhana.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Seorang warga mengambil kantong berisi bahan pangan di rak berbagi yang dibuat oleh sejumlah pemuda di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Jawa Barat pada Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Kesulitan di tengah pandemi tak membuat jiwa solidaritas antar warga luntur. 

Sejumlah pemuda di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok tergerak membantu warga dengan membuat rak berbagi.

Ide itu terlintas saat mereka tengah menonton bareng pertandingan Euro 2020 silam.

Di pagar rumah David (40), salah satu pemuda di RT 004 RW 005 Sukamaju, rak berbagi itu berdiri menghadap Jalan Al Muwahiddin. 

Sejumlah kantong plastik berisi aneka sayur mayur dan bahan pangan lainnya digantung di rak berbahan kayu sederhana.

Warga yang melintas di jalan tersebut boleh mengambil kantong plastik yang ada di rak secukupnya. 

Menurut salah satu pemuda, Rusdiana (26), rak berbagi ini bermula dari obrolan saat ia sedang nongkrong bersama ketujuh temannya di awal Juli kemarin.

Saat itu, kasus Covid-19 sedang melonjak tinggi. Banyak warga di kampungnya yang turut terdampak. Apalagi, tak sedikit warga di sana yang sudah berstatus janda, pengangguran bahkan anak yatim piatu.

Berkaca dari kondisi tersebut, para pemuda tergerak membantu mereka dalam mencukupi kebutuhan hidup.

Yana, biasa Rusdiana dipanggil, Ricardo (30), Dadan (30), Andre (37), Eko (38), Maddy (38), David (40) dan Vizal (44) akhirnya membuat rak secara gotong royong.

Baca juga: Sejarah Persija Jakarta Hari Ini, Marko Simic Cs Ditahan Imbang Arema FC di GBK

Rumah David dipilih sebagai tempat rak berbagi lantaran posisinya berada di persimpangan jalan dan sering dilalui oleh banyak warga.

"Awal tercetus idenya itu saat kami lagi nonton Euro bersamaan dengan kasus Covid yang sedang tinggi. Kami punya ide bikin rak untuk berbagi. Di situ, warga bisa berbagi atau mengambilnya," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa (3/8/2021).

Sebenarnya, sebagian dari pemuda ini juga terdampak pandemi Covid-19. Mereka tak bisa bekerja imbas aturan pemerintah. 

Misalnya saja, Yana dan David yang bekerja di bidang jasa dekorasi pernikahan mengaku sepi panggilan.

Ricardo yang merupakan fotografer sekaligus videografer pernikahan juga mengeluhkan hal serupa. 

Vizal, seorang sopir pribadi turut diberhentikan bosnya. 

Sedangkan Maddy yang mencari rezeki sebagai pemain drum di sebuah band, belum ada panggilan manggung.

Padahal, ia kerap tampil secara reguler di sejumlah kafe sebelum pandemi

Namun, semangat mereka untuk membantu warga tak runtuh.

(Dari kiri ke kanan) Ricardo, Yana, Eko dan David merupakan empat dari delapan pemuda yang membuat rak berbagi di Jalan Al Muwahiddin untuk warga pada Selasa (3/8/2021).
(Dari kiri ke kanan) Ricardo, Yana, Eko dan David merupakan empat dari delapan pemuda yang membuat rak berbagi di Jalan Al Muwahiddin untuk warga pada Selasa (3/8/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Baca juga: Viral Dua Pemuda Curi Sepeda Lipat di Kawasan Gambir, Aksinya Terekam CCTV

Untuk dana kegiatan itu, mereka awalnya berinisiatif mengumpulkan secara urunan dari kocek pribadi. 

Selama seminggu, para pemuda menyediakan bantuan penuh dari uang pribadi mereka. 

"Kalau di minggu pertama, kita sendiri yang urunan sebagai perkenalan program ini kepada warga. Sehari bisa sampai Rp 150 ribu untuk sayur mayur dan sembako," lanjutnya. 

Pemuda lainnya, Ricardo menambahkan setiap pagi sekitar pukul 02.00 WIB, sebagian dari mereka pergi ke Pasar Cikema atau ke pasar mini di dekat kampung untuk berbelanja aneka bahan pangan. 

Satu jam berselang, mereka memisahkan belanjaan dari pasar ke dalam kantong-kantong plastik di rumah David.

Setelah itu, kantong-kantong plastik digantungkan di rak berbagi yang terpasang di depan pagar. 

"Mulai dibuka jam 05.00 WIB. Biasanya jam 10.00 WIB sudah habis. Warga sangat antusias dengan kegiatan ini," kata Ricardo. 

Di rak kayu itu dapat digantungkan sebanyak 15 kantong. Bila habis, para pemuda akan menggantungkan kembali kantong plastik berisi bahan pangan di rak.

Baca juga: Penyelundupan 9.984 Pil Ekstasi dari Malaysia Dibongkar Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Mereka juga tak lupa mengingatkan warga yang mengambil kantong plastik secara berlebihan. 

"Kita juga ingatkan kepada warga agar mengambil maksimal 2 kantong agar warga lain bisa mengambilnya," ujarnya lagi.

Ternyata, orang yang mengambilnya bukan hanya dari warga di sana melainkan dari luar kampung mereka. 

Lambat laun, banyak warga yang berinisiatif untuk menyumbang bantuan kepada para pemuda itu.

Ada yang berupa dana, sayur mayur, nasi bungkus hingga vitamin atau suplemen. 

"Terkadang ada orang yang beberapa kali ngambil kemudian suatu hari dia nyumbang ke kita. Ada juga tukang sayur yang mungkin sayurannya enggak terjual habis disumbangkan ke kami," ujar Yana. 

Sudah sebulan program ini terlaksana. Kini, mereka mengakui dana menjadi kendala utama untuk membeli bahan-bahan pangan. Sebab, stok pangan saat ini mulai menipis ketimbang awal kegiatan.

Yana mengatakan mereka juga sedang mencari donatur untuk membantu agar program ini bisa terus berjalan.

"Kami kepepet di dana. Makanya kami juga sedang mencari donatur untuk membantu program ini terus berjalan," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved