Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

IKAPPI: Vaksinasi Untuk Pedagang Pasar Masih Minim

Banyak pedagang pasar yang mulai tertatih-tatih untuk terus bertahan di tengah pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat saat ini.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kabid Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Muhammad Ainun Najib menilai program perluasan vaksinasi di lingkungan pasar tradisional, saat ini masih minim.

Dikatakannya, ada beberapa alasan yang menyebabkan vaksinasi di lingkungan pasar minim.

Salah satunya, adalah kurangnya sosialisasi terhadap vaksinasi yang di lakukan di lingkungan pasar.

Menurut Najib, hoax tentang vaksin dan Covid 19 masih cukup kuat di pasar tradisional.

"Masih banyak pedagang yang enggan di vaksin dan tidak percaya Covid-19. Sehingga IKAPPI mendorong agar (Pemerintah) terjun langsung dan sosialiasasi secara intens kepada pedagang," kata Najib dikutip dari keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Siapkan 730 Atlet di PON Papua, KONI DKI Pasang Target Juara Umum: Bela Diri & Atletik Jadi Andalan

Baca juga: Bakal Diperiksa Lagi Hari Ini, Heriyanti Akidi Tio Sesak Nafas, Suami Keluar Rumah Cari Oksigen

Di sisi lain, kata Najib banyak pedagang yang enggan meninggalkan dagangannya untuk melakukan vaksinasi.

Alasannya, karena kondisi perekonomian yang kini terpuruk selama masa pandemi Covid-19.

Banyak pedagang pasar yang mulai tertatih-tatih untuk terus bertahan di tengah pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat saat ini.

Sehingga IKAPPI mendorong para pemangku kepentingan untuk segera melakukan vaksinasi di lingkungan pasar.

"IKAPPI mendorong agar vaksinasi di lakukan di dalam pasar karena pedagang cukup sulit meninggalkan dagangannya walaupun sejam. Jika vaksinasi dilakukan di pasar, maka antusiasme pedagang dan sosialisasi yang masif akan berhasil menyerap pedagang pasar dan pengunjung di pasar tersebut," imbuhnya.

Saat ini, kata Najib IKAPPI telah mengambil peran untuk melakukan edukasi dan sosialisasi pedagang pasar di DKI Jakarta.

Menurutnya, jemput bola untuk melakukan vaksinasi di lingkungan pasar cukup efektif.

Ia pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta, pengelola pasar, serta Pemerintah Pusat untuk menerapkan pola serupa.

"Maka IKAPPI berharap semua pihak untuk ikut bergotong royong, agar dapat mensukseskan program vaksinasi dengan tagline pedagang sehat ekonomi kuat," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved