Breaking News:

Goethe-Institut Prakarsai 4 Pameran Seni di Jakarta, Singapura hingga Berlin

Goethe-Institut memprakarsai empat pameran seni yang diselenggarakan oleh empat lembaga di dunia.

Editor: Kurniawati Hasjanah
DOK. Goethe-Institut
Goethe-Institut Prakarsai 4 Pameran Seni di Jakarta, Singapura hingga Berlin 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Goethe-Institut memprakarsai empat pameran seni yang diselenggarakan oleh empat lembaga di dunia.

Proyek berjudul Collecting Entanglements and Embodied Histories dibuka mulai pertengahan tahun ini sampai 2022 mendatang.

Proyek jangka panjang yang memungkinkan adanya pertemuan, pertukaran gagasan, wacana, dan karya seni dari sejumlah lembaga yang terlibat.

Mereka adalah Galeri Nasional Indonesia, MAIIAM Contemporary Art Museum, Nationalgalerie - Staatliche Museen zu Berlin, dan Singapore Art Museum (SAM).

Pameran seni yang berasal dari Chiang Mai, Singapura, Berlin dan Jakarta juga diprakarsai oleh Anna-Catharina Gebbers, Grace Samboh, Gridthiya Gaweewong, dan June Yap.

Baca juga: Dirlantas Polda Metro Jaya Sebut Pemeriksaan STRP Masih Berlaku di Pos Penyekatan PPKM Level 4

"Proyek ini berangkat dari serangkaian percakapan dengan dan di antara para kurator yang bermula pada tahun 2017," ucap Direktur Goethe-Institut wilayah Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Stefan Dreyer pada TribunJakarta, Kamis (5/8).

Goethe-Institut membuka ruang percakapan di antara keempat lembaga dan kurator agar proyek terus berlanjut.

"Kami melihat betapa pentingnya upaya penelusuran kembali kelindan sejarah yang berdampak terhadap proses pembangunan bangsa sembari merenungkan sangkut-pautnya dengan kenyataan hidup kita hari ini," sambungnya.

 Mulai Agustus hingga Maret 2022, para pencinta seni bisa mengikuti program publik bulanan yang diampu kurator di YouTube dan Facebook setiap Kamis terakhir dalam sebulan.

Baca juga: Pasien Covid-19, Catat 6 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Isolasi Mandiri

Rangkaian pertama proyek adalah pameran seni berjudul ERRATA digelar di MAIIAM Contemporary Art Museum pada 30 Juli sampai 1 November 2021. Ada 100 karya seni dari 38 perupa dan 4 arsip yang ditampilkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved