Siswi SMP Saling Sindir Pakaian Dalam Berujung Pengeroyokan, Korban Sampai Dijemput di Rumah
Saling sindir pakaian dalam berujung pengeroyokan siswi SMP di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Berikut kronologinya.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
Supriyadi menuturkan, para remaja putri dari tiga sekolah yang terlibat tersebut memang sudah ada dendam sejak lama dan tak kunjung usai.
Baca juga: Sanksi Tegas dari Sekolah Menanti Remaja Putri Saling Adu Jotos, Polisi Cari Penyebar Video
Sejumlah remaja putri yang terlibat ini berasal dari tiga sekolah yang ada di Kota Bogor dan Kota Depok.
“Dari dulu itu dendam antar sekolah, dari dulu di daerah Bojongggede dan Pancoran Mas itu perkelahian hampir sering terjadi,” ungkap dia.
Polisi tengah menelusuri oknum yang menyebarkan video baku hantam tersebut.
“Ini yang masih kami cari penyebarnya,” ujarnya.
Bakal Ada Sanksi Keras
Sementara itu pihak sekolah bakal memberikan sanksi tegas kepada seluruh anak muridnya yang terlibat adu jotos di tanah merah.
Awalnya, delapan remaja putri terlibat adu jotos diduga berlokasi di Kelurahan Cipayung Jaya, Kota Depok.
Setelah diselidiki, adu jotos remaja putri ini berlokasi di Rawa Panjang, Bogor, yang bukan wilayah hukum Polres Metro Depok.
“Oleh kepala sekolah diambil tindakan akan memberikan tindakan tegas pada mereka yang ada di video yang viral itu,” ujar Supriyadi.
“Terkait tindakannya berupa teguran atau apa, nanti itu pihak sekolah yang menentukan,” ia menambahkan.
Kasubag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi, saat dijumpai wartawan di Mapolrestro Depok, Kamis (10/6/2021).
Polisi masih belum menemukan unsur pidana dari kejadian tersebut.
“Belum ada (unsur pidana), tapi kalau ada yang merasa dirugikan silahkan lapor ke kepolisian,” jelasnya.
Adu jotos yang melibatkan remaja putri ini membuat Kota Depok menjadi trending topic di media sosial Twitter pada Rabu (8/4/2021) sore.
Hingga pukul 18.00 WIB, sudah lebih dari 9.500 warganet yang mencuitkan kata "Depok" di Twitter.