Besok Tahun Baru Islam 1443 H, Apa Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram?
Apa bedanya malam 1 Suro dengan 1 Muharram? Simak juga mitos dan fakta tentang malam 1 Suro.
TRIBUNJAKARTA.COM - Besok umat muslim akan merayakan Tahun Baru Islam 1443 H.
Dalam kalender hijriyah, Tahun Baru Islam jatuh setiap tanggal 1 Muharram.
Dalam tradisi Jawa, 1 Muharram disebut juga sebagai malam 1 Suro.
Dalam budaya Islam tanggal tersebut merupakan hari suci karena sebagai penanda resolusi kalender Islam, dalam tradisi Jawa justru dianggap sakral dan mistis.
Lantas, apa bedanya malam 1 Suro dan 1 Muharram?
Perbedaan Malam 1 Suro dan 1 Muharram
Secara umum, 1 Muharram dan Malam 1 Suro adalah sama.
Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Ini Cara Membuatnya
Yang membedakan keduanya hanyalah dalam hal penyebutan dan tradisi yang mengiringinya.
Jika 1 Muharram adalah penanda tahun baru hijriah, 1 Suro adalah tradisi serupa dalam budaya Jawa.
Sebagaimana dicatat Muhammad Solikhin dalam Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa (2010), kata “Suro” sendiri berasal dari bahasa Arab “Asyura” yang artinya sepuluh.
Baca juga: Pemerintah Geser Tanggal Merah ke 11 Agustus, Kemenag: Tahun Baru Islam Tetap 10 Agustus
Yang dimaksud dengan Asyura adalah hari ke sepuluh pada bulan Muharram.
Sementara dalam hal tradisi, jika dalam Islam malam 1 Muharram dimaknai dengan penuh kesucian, budaya Jawa justru sebaliknya.
Malam 1 Suro dimaknai sebagai malam sakral, penuh mistis.
Sehingga dalam menyambutnya, berbagai upacara-upacara peringatan penuh klenik dilakukan.
Malam 1 Suro dimaknai sebagai malam mistis tak terlepas dari beberapa faktor yang melatarbelakanginya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/muharram1_20180905_140523.jpg)