Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Covid-19 Melandai PPKM Level 4 Dilonggarkan, Wagub DKI: Mal dan Tempat Ibadah di Jakarta Boleh Buka

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, pelonggaran bakal dilakukan selama masa perpanjangan PPKM Level 4.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, pelonggaran bakal dilakukan selama masa perpanjangan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus 2021 mendatang.

Dalam masa PPKM Level 4 kali ini, pemerintah bakal kembali membuka pusat perbelanjaan atau mal dan tempat ibadah dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

"Ada pelonggaran-pelonggaran, seperti rumah ibadah dan mal dimungkinkan dibuka dengan kapasitas 25 persen," ucapnya, Selasa (10/8/2021).

Nantinya, masyarakat yang boleh berkegiatan dan mal dan tempat ibadah hanya yang sudah divaksin.

"Nanti ada discan (kartu vaksinnya), kan ada QR Codenya," ujarnya di Balai Kota.

Bagi masyarakat yang belum divaksin dengan alasan kesehatan, komorbid maupun penyintas Covid-19, bisa berkegiatan di mal dan tempat ibadah dengan cara menunjukkan surat keterangan dokter.

"Anak-anak di bawah 12 tahun juga tidak boleh. Nanti detailnya diatur Dinas Pariwisata," kata dia.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, pelonggaran dilakukan lantaran penyebaran Covid-19 di ibu kota sudah melandai.

Baca juga: 8 Wanita Dibooking Anggota DPRD Labuhanbatu Utara untuk Pesta Narkoba sambil Karaoke di Masa PPKM

Walau demikian, Ariza mengingatkan warganya untuk tetap disiplin dan taat menjalankan protokol kesehatan.

Sebab, lonjakan kasus Covid-19 bisa kapan saja terjadi bila masyarakat lengah dan abai protokol kesehatan.

Baca juga: Presiden Persija Jakarta Ungkap Satu Rencana Besar Macan Kemayoran yang Gagal Terlaksana karena PPKM

"Kami minta seluruh warga untuk disiplin, jadikan prokes sebagai sebuah kebutuhan. Jangan selalu ada aparat baru taat," kata dia.

"Jangan karena ada sanksi baru taat, tapi kita harus taat selalu karena kita meyakini bahwa prokes ini kebutuhan kita bersama," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved