Menko Airlangga Paparkan Tiga Pilar Menuju Indonesia Maju

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara maju

Istimewa
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimis bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dan sejajar dengan negara ekonomi besar lainnya.

Optimisme ini harus dibangun di tengah tertekannya ekonomi akibat Pandemi Covid-19 dengan mendorong Indonesia melakukan restarting dan rebooting tentang skenario untuk mewujudkan visi 2045.

"Partai Golkar sangat optimis bahwa kita mampu menjadi negara maju pada tahun 2045. Kita harus merawat komitmen kita terhadap demokrasi sebagai jalan untuk memastikan tata kelola politik dan pemerintahan yang baik," ujar Menko Airlangga dalam pidato kebangsaan yang bertema 'Demokrasi, Kebangsaan dan Kesejahteraan' dalam perayaan 50 Tahun Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Selasa (10/8/2021).

Untuk mencapai hal tersebut, Menko Airlangga mengatakan, terdapat tiga pilar yang menjadi perhatian Partai Golkar yakni Pertama, Indonesia harus memperkuat sumber daya manusia yang terampil, berkualitas, tangguh, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berprestasi.

"Kuncinya terletak pada pendidikan, oleh karenanya kebijakan pendidikan double track perlu diperdalam," ujar Menko Airlangga.

Kedua, lanjutnya, dalam menghadapi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, Indonesia harus mengambil langkah-langkah yang tepat dengan melakukan modernisasi pada semua sektor seperti infrastruktur, energi, industri, hingga pertanian. Pembangunan berbagai sektor itu dengan memperhatikan lingkungan secara bertanggung jawab.

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Selalu Memastikan Efikasi Vaksin Covid-19

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Sampai 16 Agustus 2021, Menko Luhut Dapat Arahan Langsung dari Jokowi

Kemudian, Pilar Ketiga yaitu membangun ketahanan kohesi sosial dan tenun kebangsaan. Sebagai bangsa Indonesia patut bersyukur bahwa kita disatukan dalam suatu ideologi negara, yaitu Pancasila.

"Partai Golkar menilai bahwa Pancasila inilah yang seharusnya kita jadikan sebagai perekat tenun kebangsaan kita," ujar menteri koordinator perekonomian itu.

Di samping itu, sistem politik yang demokratis juga menjadikan berbagai keragaman dan kemajemukan yang dimiliki Indonesia akan lebih terkelola dengan baik. Sehingga, dapat  menghantarkan bangsa kita ke dalam visi  bersama menuju Indonesia sejahtera pada 2045.

Menutup pidatonya, Menko Airlangga berpantun dan mengucapkan selamat atas 50 tahun CSIS Indonesia. Ia yakin, Partai Golkar dan CSIS dapat membawa Indonesia menjadi negara sejahtera.

"Bakar pisang di kota Yogya, rasanya terkenang tiada tara. Golkar menang Indonesia jaya, rakyatnya senang maju sejahtera," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved