Persija Jakarta

Alasan Bung Ferry Cinta Persija Jakarta, Tokoh Jakmania Beberkan Semua Berawal dari Soeharto Cup

Mantan Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief menceritakan alasannya bisa begitu mencintai Persija Jakarta.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Youtube Persija Jakarta
Tokoh Jakmania Bung Ferry saat menjadi narasumber di acara Youtube Persija Jakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Ketua Umum Jakmania, Ferry Indrasjarief menceritakan alasannya bisa begitu mencintai Persija Jakarta.

Sosok pria yang biasa dipanggil Bung Ferry memang lekat dengan perjalanan Macan Kemayoran.

Bung Ferry adalah satu dari 40 orang pendiri Jakmania.

Karenanya, ketika menyebut nama Jakmania, maka ada satu nama Bung Ferry begitu melekat.

Jauh sebelum ada Jakmania, Bung Ferry memang telah lama jatuh cinta dengan Persija Jakarta.

Baca juga: Bung Ferry Akui Sering Diminta Menulis Buku Tentang Persija Jakarta dan Jakmania: Ikuti Arus Aja

Awal mula perkenalan Bung Ferry dengan sepak bola hingga akhirnya mencintai Persija dibeberkannya saat menjadi narasumber di acara Kopdar yang tayang Youtube Persija Jakarta beberapa waktu lalu.

Bung Ferry bercerita dirinya sudah akrab dengan sepak bola sejak kecil.

Namun, sosok yang memperkenalkannya dengan dunia kulit bundar bukanlah sang ayah, melainkan kakeknya.

Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA)

"Bokap gasuka bola, dia penerbang

Kakek suka bola, suka ajak nonton bola.

Tapi awalnya nonton timnas," kata Bung Ferry dilansir TribunJakarta.com dari Youtube Persija Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Bung Ferry menyebut dirinya menjadi saksi mata di stadion dari salah satu pertandingan paling bersejarah timnas Indonesia ketika kalah melawan Korea Utara di ajang Pra Olimpiade 1976.

Berawal dari Soeharto Cup

Baca juga: Bung Ferry Akui Sering Diminta Menulis Buku Tentang Persija Jakarta dan Jakmania: Ikuti Arus Aja

Setelah itu, turnamen yang begitu membekas di benaknya ialah Soeharto Cup atau semacam Piala Presiden bila di saat ini.

Disanalah awal mula Bung Ferry mencintai Persija Jakarta.

Kata Bung Ferry, ada empat tim perserikatan yang bersaing sangat ketat yakni Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSM Makassar dan PSMS Medan.

Tokoh Jakmania Bung Ferry saat menjadi narasumber di acara Youtube Persija Jakarta.
Tokoh Jakmania Bung Ferry saat menjadi narasumber di acara Youtube Persija Jakarta. (Youtube Persija Jakarta)

Di sana Bung Ferry mengamati bahwa mayoritas pemain timnas Indonesia bermain untuk Persija Jakarta.

"Kebetulan Persija di Jakarta dan gue tinggal di Jakarta, gue anak Jakarta, tinggal di Jakarta, hidup di Jakarta dan inilah tim gue.

Mulai dari situ gue mulai mencintai sepak bola," beber Bung Ferry.

Kebiasaan Bung Ferry Nonton Persija di Masa Muda

Kata Bung Ferry, kala dirinya masih mahasiswa, dirinya lebih suka menonton Persija Jakarta dari tribun yang berbatasan dengan suporter lawan.

Rupanya bukan tanpa alasan dia memilih menonton di tempat yang berbatasan dengan suporter lain.

Baca juga: 10 Hari Jelang Liga 1 2021 Digelar Pelatih Persija Jakarta Terjebak di Italia

Hal itu tak lepas dari jiwa mudanya kala itu.

"Kalau berantem kan langsung, Jadi bukan cuma ceng-cengan," tutur Bung Ferry sembari tertawa.

Bung Ferry menyebut hal itu dilakukannya ketika dirinya masih menjadi mahasiswa.

Bahkan, dia menyebut hal itu sebelum Jakmania lahir.

Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry saat ditemui di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).
Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief atau Bung Ferry saat ditemui di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA)

Adapun Jakmania baru didirikan pada 19 Desember 1997, dimana Bung Ferry termasuk satu dari 40 pendiri basis suporter Persija Jakarta itu.

"Itu dulu, sekarang enggak," kata Bung Ferry.

Sejarah The Jak Mania

The Jakmania didirikan secara resmi pada 19 Desember 1997 melalui deklarasi yang dihadiri 40 orang di Graha Wisata Kuningan, Jakarta.

Berdirinya organisasi suporter The Jakmania mendapat dukungan penuh dari pengurus klub Persija Jakarta ketika itu.

Restu pengurus Persija ketika itu ditandai dengan kehadiran figur Diza Rasyid Ali selaku manajer tim, yang ikut menghadiri langsung deklarasi The Jakmania.

Baca juga: Harapan Pemain Persija Jakarta saat HUT ke-76 RI, Kami Berharap Masalah Ini Cepat Berlalu

Deklarasi pembentukan The Jakmania di Kuningan, juga memunculkan nama Muhammad Gunawan Hendromartono alias Gugun Gondrong sebagai ketua umum pertama dalam sejarah organisasi The Jakmania.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved