Persija Jakarta
Bung Ferry Akui Sering Diminta Menulis Buku Tentang Persija Jakarta dan Jakmania: Ikuti Arus Aja
Tauhid Indrasjarief atau yang biasa disapa Bung Ferry mengakui dirinya banyak diminta untuk membuat buku tentang Persija Jakarta dan Jakmania.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Tauhid Indrasjarief atau yang biasa disapa Bung Ferry mengakui dirinya banyak diminta untuk membuat buku tentang Persija Jakarta dan Jakmania.
Sebagai salah satu sosok pendiri Jakmania, Bung Ferry memang begitu mengikuti perjalanan Macan Kemayoran dan suporter setianya, Jakmania.
Perihal dirinya yang banyak diminta menulis buku tentang Persija Jakarta dan Jakmania itu dibeberkannya saat menjadi bintang tamu di acara Youtube Persija Jakarta beberapa waktu lalu.
Awalnya Bung Ferry bercerita tentang mobilitasnya yang terbatas di masa PPKM.
Lantaran banyak menghabiskan waktu di rumah selama masa PPKM, Bung Ferry kembali berkutat ke hobi lamanya, yakni membaca dan menulis.
Baca juga: Melihat Aktivitas Bung Ferry di Masa Pandemi: Coba Buka Kliping Lama tentang Persija dan Jakmania
Termasuk membuka kembali arsip-arsip lama tentang klub kebanggaannya Persija Jakarta.
"Gue kan hobiya baca sama nulis.
Gue baca apa aja terutama sepak bola.

Juga demen nulis tentang Persija, tentang Jakarta, stadion ya hobi aja, kaya bisa ngeluarin curahan hati," papar Bung Ferry seperti dilansir TribunJakarta.com dari akun Youtube Persija Jakarta, Senin (16/8/2021).
Sebagai sosok yang banyak mengikuti perjalanan Macan Kemayoran, Bung Ferry mengakui dirinya banyak diminta untuk menuliskan buku tentang Persija Jakarta dan Jakmania.
Namun dirinya mengaku belum terlalu terpikirkan untuk membuat buku mengenai Persija Jakarta dan Jakmania.
"Banyak yang ngusulin tapi gue belum kepikiran.
Mudah-mudahan kita ikuti arus aja," ujar Bung Ferry.
Baca juga: Ternyata Ada Peran Band The Beatles Di Balik Lahirnya The Jakmania Suporter Persija Jakarta
Sejarah The Jakmania
The Jakmania didirikan secara resmi pada 19 Desember 1997 melalui deklarasi yang dihadiri 40 orang di Graha Wisata Kuningan, Jakarta.