Kelurahan Petamburan Kembali ke Zona Merah

Lurah Petamburan, Setiyanto, mengatakan wilayahnya kembali pada situasi zona merah Covid-19.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com/Herudin
ilustrasi kawasan zona merah Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, PETAMBURAN - Lurah Petamburan, Setiyanto, mengatakan wilayahnya kembali pada situasi zona merah Covid-19.

Guna menghapus zona merah tersebut, Setiyanto mengatakan akan mempercepat vaksinasi Covid-19 terhadap warganya. 

"Di wilayah Kelurahan Petamburan ada 16.522 warga yang belum mendapat vaksin Covid-19," kata Setiyanto, kepada Wartawan, Rabu (18/8/2021).

Berdasarkan data vaksin KPC-PEN, kata dia, jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 untuk wilayah Petamburan sebanyak 33.271 orang.

Namun, 16.749 orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dan sisanya belum.

"Target sementara wilayah Petamburan ini harus bebas dari zona merah. Minimal zona kuning," jelas dia.

Karena itu, Setiyanto mengatakan pihaknya akan terus menyosialisasikan kepada warga Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, agar mau mendapatkan vaksin Covid-19

"Sejauh ini mungkin warga Petamburan masih belum paham vaksin Covid-19. Jadi, kami akan terus mengedukasi warga tentang vaksin ini," tutup dia.

Baca juga: 17 Hari Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka, Hampir 2 Juta Warga Jakarta Disuntik Vaksin Covid-19

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan wilayahnya sempat terbebas dari zona merah dan oranye Covid-19.

Dia juga mengatakan hal ini terjadi berkat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

"Berkat PPKM level empat, Jakarta Pusat terbebas dari zona merah dan oranye penyebaran virus Covid-19," kata Dhany, sapaannya, saat dihubungi, Senin (16/8/2021).

"Sekarang tinggal zona hijau dan kuning saja. Tapi lebih banyak zona hijaunya, ya," lanjutnya.

Dalam kasus harian terpapar Covid-19 di Jakarta Pusat, kata dia, kini di bawah 400 kasus. 

"Sebelumnya di atas 400-an orang, sekarang di bawahnya. Ini menurun karena PPKM," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved