Kabar Artis
Cara Adinia Wirasti Melawan Pelecehan di Ruang Publik
Artis papan atas Indonesia, Adinia Wirasti menyerukan untuk melawan pelecehan di ranah publik.
TRIBUNJAKARTA.COM - Artis papan atas Indonesia, Adinia Wirasti menyerukan untuk melawan pelecehan di ranah publik.
Tak hanya sebagai korban, siapapun yang melihat pelecehan terjadi maka harus ikut melawan.
"Isu ini sudah lama terjadi, ini soal kesetaraan gender. Tetapi sayangnya masih banyak terjadi di lingkungan kerja," tegas Adinia Wirasti dalam webinar menyerukan kampanye Stand Up Against Street Harassment bersama L'Oreal Paris Indonesia, Senin (23/8/2021).
Adinia mengatakan, mungkin banyak orang yang belum tersadar mengenai pelecehan yang terjadi di depan mata.
"Kita harus mulai membuka diskusi isu ini bersama orang terdekat dan saling dukung," papar Adinia.
Menurut Adinia, apabila perempuan menjadi korban maka diperlukan keberanian untuk menceritakan pengalaman tidak mengenakkan tersebut.
"Kita harus punya suara untuk membagikan pengalaman tersebut, supaya bisa bekal generasi berikutnya untuk jadi pemuda bertanggung jawab," tegas Adinia.
Baca juga: Ditanya Soal Jenis Kelamin Calon Anak Aurel dan Atta Halilintar, Krisdayanti: Kalau Feeling Sih Ada
Untuk itu, Adinia mengingatkan agar wanita mempraktikkan metode 5D untuk melawan pelecehan di ruang publik.
"Metode 5D yang bisa diterapkan bagi saksi yang melihat pelecehan di ranah publik, yakni dialihkan, dilaporkan, dokumentasikan, ditegur, dan ditenangkan si korban," imbuh Adinia.
Meski demikian, Adinia menyadari ada banyak alasan mengapa kita memilih untuk diam saat melihat tindak pelecehan di ruang publik terjadi, misalnya rasa takut.
"Jika mengalami hal tersebut, coba cari tahu apa saja yang membuat kita takut. Kemudian pilih metode 5D yang sesuai dengan karakter dan situasi kita saat itu," kata Adinia.
Adinia menekankan, sudah saatnya #WeStandUp! untuk menghentikan aksi pelecehan apalagi di ruang publik karena diam bukan pilihan.
Baca juga: Orangtuanya Dilabrak Rozak dan Umi Kalsum, Haters Ayu Ting Ting Akan Laporkan Balik Sang Pedangdut?
"Kita semua harus peduli akan hal ini demi terciptanya ruang publik yang aman bagi semua orang, khususnya perempuan agar dapat terus melangkah dalam mengejar cita-cita dan mimpinya dengan rasa aman dimanapun, kapanpun,” jelas Adinia.
Sebelumnya, berdasarkan survei global yang dilakukan oleh L’Oréal Paris bekerja sama dengan IPSOS di bulan Januari 2021, kami menemukan bahwa 1 dari 3 perempuan masih mengalami pelecehan di ruang publik selama masa pandemi.
Di Indonesia sendiri, menurut data dari Komnas Perempuan, hingga 3 Juli 2021 terdapat 1.902 kasus.
Selama pandemi kita tak bisa memungkiri bahwa aktivitas masyarakat berubah dan berpindah tempat.
Aktivitas di dunia maya meningkat, menjadikan media sosial menjadi ruang publik dan memungkinkan untuk terjadinya pelecehan.
Menurut Plan International 2020, terdapat 56% anak perempuan dan remaja perempuan pernah mengalami atau menyaksikan pelecehan di ranah daring.
Namun demikian, hal ini tidak menutup kenyataan juga masih terjadi di ruang publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/adinia-wirasti22456.jpg)