Bukan Hamil, Ini 8 Penyebab Wanita Mengalami Telat Haid
Penyebab telat haid tidak melulu karena hamil, bisa jadi kamu mengalami 8 masalah kesehatan ini.
TRIBUNJAKARTA.COM - Penyebab telat haid tidak melulu karena hamil, bisa jadi kamu mengalami 8 masalah kesehatan ini.
Batas telat haid pada wanita bisa berbeda-beda karena siklus yang juga bervariasi.
Kebanyakan wanita yang belum mencapai manopause biasanya mengalami menstruasi setiap 28 hari.
Namun siklusnya ini bervariasi, ada beberapa wanita yang mengalami siklus setiap 21 sampai 35 hari.
Perbedaan ini membuat batas telat haid atau menstruasi setiap wanita berbeda-beda.
Selama rentang waktunya berada di antara 21-35 hari, maka masih dianggap normal.
Baca juga: Penyebab Nyeri Payudara Jelang Menstruasi, Ini Kaitannya dengan Siklus Haid
Beberapa wanita mungkin pernah mengalami terlambat menstruasi yang tidak biasa, bisa telat menstruasi 1 minggu, bahkan hingga sebulan.
Ada sejumlah penyebab telat haid terjadi dalam waktu yang tidak wajar, misalnya lebih dari 90 hari.
Terlambat menstruasi biasanya jadi tanda awal kehamilan.
Selain karena peluang kehamilan, perbedaan batas telat haid disebabkan banyak faktor seperti konsumsi obat-obatan hingga mengidap penyakit tertentu.
Dilansir Kontan.co.id, berikut 8 penyebab wanita telat haid sesuai siklusnya atau telah melewati batas telat haid:
1. Stres
Stres dapat membuat perubahan pada sistem reproduksi.
Stres bisa mempengaruhi bagian otak Anda yang bertanggung jawab untuk mengatur periode datang bulan yakni hipotalamus.
Seiring waktu, stres dapat menyebabkan penyakit atau kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang semuanya dapat memengaruhi siklus menstruasi Anda.
Baca juga: Waspada Infeksi Jamur! Berikut 7 Penyebab Vagina Gatal Sebelum Menstruasi
2. Berat badan rendah
Berat badan rendah juga bisa berpengaruh terhadap telat haid.
Wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, mungkin mengalami keterlambatan menstruasi.
Penurunan berat badan secara drastis bisa menganggu proses ovulasi.
Untuk kembali mendapatkan siklus yang normal, sebaiknya lakukan makan sehat teratur atau konsultasikan ke dokter.
3. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen pria.
PCOS bisa menyebabkan seorang perempuan mengalami telat menstruasi.
Selain itu, kista yang terbentuk di ovarium bisa menjadi sebab dari ketidakseimbangan hormon ini.
Ini bisa membuat ovulasi tidak teratur atau menghentikannya sama sekali.
Baca juga: 7 Ramuan Tradisional Ini Berkhasiat Mengatasi Nyeri Haid, Pernah Coba?
4. Kontrol kelahiran
Anda mungkin merasa telat haid pasca ikut program KB.
Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah ovarium melepaskan sel telur.
Diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus Anda menjadi konsisten lagi setelah menghentikan pil.
5. Obesitas
Sama seperti berat badan yang rendah dapat menyebabkan perubahan hormonal, begitu juga dengan kelebihan berat badan.
Lakukan diet sehat dan olahraga teratur jika berat badan membuat Anda merasa melewati batas telat haid.
6. Penyakit kronis
Penyakit kronis seperti diabetes juga dapat mempengaruhi telat haid.
Ini karena ada perubahan gula darah terkait dengan perubahan hormonal.
Jadi meskipun jarang terjadi, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur.
Selain diabetes, penyakit celiac juga bisa menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil Anda, yang dapat mencegah tubuh Anda menyerap nutrisi penting.
Ini berpengaruh pada batas maksimal telat haid.
7. Menopause dini
Kebanyakan wanita mulai menopause antara usia 45 hingga 55 tahun.
Wanita yang mengalami gejala sekitar usia 40 tahun atau lebih awal dianggap mengalami peri-menopause dini.
Ini berarti persediaan sel telur Anda semakin menipis, dan akibatnya akan terjadi haid yang terlewat dan akhirnya berakhirnya haid.
8. Gangguan tiroid
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif juga bisa menjadi penyebab terlambat atau tidaknya menstruasi.
Tiroid mengatur metabolisme tubuh Anda, sehingga kadar hormon juga dapat terpengaruh.
Masalah tiroid biasanya dapat diobati dengan obat-obatan.
Setelah perawatan, menstruasi Anda kemungkinan akan kembali normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/menstruasi_20180602_144925.jpg)