Dinas di Mabes AD, Serda Dodi Saban Pulang Bantu Ayah Jualan Bakso: Ngapain Malu?
Meski sudah berdinas di Mabesad, Serda Dodi Wardiono tak malu untuk membantu ayahnya berjualan bakso tiap kali dirinya pulang ke kampung halaman.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Alasan utamanya, dia ingin mengangkat drajat hidup keluarganya yang berjualan bakso.
"Orangtua kan ekonomi rata-rata, disitu saya niatin mau masuk Aangkatan Darat agar bisa meningkatkan taraf hidup keluarga," ujar Dodi.
Dodi menjelaskan dirinya hanya bermodalkan kerja keras dan doa dari orangtua ketika mengikuti tes TNI AD.
"Saya kan modal nekat aja dengan niat.
Saya bilang ke orangtua biar saya jalan sendiri, cukup dengan doa dan usaha, alhamdulilah terkabul berkat doa orangtua," kata dia.
Perjuangan Serda Dodi Wardiono demi mewujudkan impiannya menjadi seorang prajurit TNI AD sungguh tak mudah.
Dirinya bahkan sudah enam kali gagal sebelum akhirnya berhasil dan diterima sebagai prajurit TNI AD.
"Setiap ada pembukaan saya daftar.
Baca juga: Anak Tukang Cukur Lolos Masuk Akmil, Awalnya Kaget dengan Kehidupan Taruna: di sini Tak Bisa Santai
Sampai tujuh kali lah saya daftar tapi enggak cuma Angkatan Darat doang, akhirnya yang ketujuh baru lolos," tutur Dodi.
Buat Sang Ayah Bangga
Perjuangan Serda Dodi membuat sang ayah, Juminto begitu bangga kepadanya.
"Saya tukang bakso, anak saya jadi (TNI AD), saya bangga sekali," tuturnya.
Bahkan, saat Dodi dinyatakan lulus pendidikan TNI, Juminto langsung menggelar syukuran di rumahnya hingga menanggap gamelan dan mengundang para tetangga.
"Sampai di kampung itu syukuran, saya juga kaget, disuruh pulang, pas kebetulan itu acaranya," kata Serda Dodi mengingat kebanggaan sang ayah akan dirinya.
Juminto mengakui bahwa menjadi seorang prajurit TNI adalah cita-cita sang anak sejak kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bantu-ayahnya-berjualan.jpg)