Breaking News:

Begini Cara Perusahaan Tekstil Sritex Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Industri tekstil Indonesia termasuk salah satu lini bisnis yang terdampak pandemi Covid-19. Beikur cara PT Sritex bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Istimewa
Gedung PT Sritex 

TRIBUNJAKARTA.COM -Industri tekstil Indonesia termasuk salah satu lini bisnis yang terdampak pandemi Covid-19.

Bahkan Global Industry Outlook Oxford Economics memprediksi sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China mengalami hal serupa dengan pemulihan tercepat diprediksi pada 2023 mendatang.

Untuk bertahan dalam situasi sulit seperti ini, Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto mengajak keluarga besar Sritex Group untuk pantang menyerah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto
Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto (ISTIMEWA)

Dengan semangat gotong royong, Lukminto yakin dapat melalui masa sulit tersebut.

“Buat tatanan kerja yang terstruktur, sistematik dan efisien. Mari kita terus bergandengan tangan, merapatkan barisan untuk saling menguatkan dan mengisi. Perjalanan kita masih panjang. Kita tidak boleh lelah berjuang. Kita adalah teamwork yang tangguh untuk membangun SRITEX Group bersama-sama," ujar Lukminto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Sritex, kata Lukminto, kini telah memberdayakan UMKM, menyerap produk masyarakat sekitar dan bahkan mempekerjakan kalangan difabel.

Baca juga: Ekspor Hancur Terdampak Pandemi, Industri Tekstil Minta Perlindungan Dari Serbuan Produk Impor

Meski pada masa pandemi ini, kerjasama tersebut makin terjalin erat.

“Teman-teman dan manajemen Sritex ramah dan selalu mendukung saya untuk
berkembang lagi di perusahaan ini, saya tidak pernah dikucilkan," kata Tri Marjanto, karyawan difabel yang sudah bekerja selama 10 tahun ini.

"Saya berharap agar Sritex dapat merekrut dan memberikan kesempatan kerja kepada 100 kaum difabel lainnya, hingga mencapai 1% dari total pegawai yang ada. Semoga Sritex semakin maju, semakin sukses dan semakin mendunia," tambahnya.

Keluarga besar Sritex Group lainnya adalah Katno, pengelola Kantin Asera yang sudah kenal dengan Sritex sejak tahun 1980.

Baca juga: Bansos 10 Kg Beras Didistribusikan untuk 2.496 Keluarga Penerima Manfaat di Kepulauan Seribu

Hingga saat ini Kantin Asera masih bekerjasama dengan Sritex untuk melayani kebutuhan makan pagi, siang, sore dan malam seluruh karyawan Sritex setiap hari.

“Kantin yang saya kelola di Sritex sudah dari tahun 1980, sejak orang tua saya diajak Pak Lukminto kerjasama mengelola kantin di Sritex. Harapan saya kepada Sritex semoga terus maju dan berjaya,” papar Katno.

Dengan semangat gotong royong dan kondisi internal yang solid, Iwan berharap di usia Sritex Group yang ke-55 ini semakin melampaui capaian sekarang yang sudah menyentuh masyarakat Indonesia dan 100 negara lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved