Breaking News:

Ekspor Hancur Terdampak Pandemi, Industri Tekstil Minta Perlindungan Dari Serbuan Produk Impor

Pasar ekspor bagi para pengusaha tekstil tanah air serasa sudah tak bernyawa lagi akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

Editor: Elga H Putra
Shutterstock via Kompas
Ilustrasi corona. Pasar ekspor bagi para pengusaha tekstil tanah air serasa sudah tak bernyawa lagi akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pasar ekspor bagi para pengusaha tekstil tanah air serasa sudah tak bernyawa lagi akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

Hal itu berdampak pada berkurangnya omzet mereka yang begitu siginifikan.

Untuk itu, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap pasar Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional di pasar domestik dari serbuan produk-produk impor.

Permintaan ini dilakukan karena pasar internasional yang menjadi tujuan ekspor TPT Indonesia masih belum pulih akibat pandemi Covid 19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rahman mengemukakan, Indonesia merupakan negara dengan populasi ke-4 terbesar di dunia, menjadikan Indonesia target pasar yang menjanjikan bagi banyak negara produsen TPT, salah satunya China.

Rizal menuturkan, barang yang diimpor ke Indonesia tidak hanya sisa ekspor dari negara lain.

Melainkan juga pakaian bekas yang kini banyak diperjualbelikan di Indonesia, khususnya pada platform belanja online dan media sosial.

Padahal, impor barang bekas telah dilarang dalam Permendag Nomor 51 Tahun 2015.

Untuk itu API menuntut pemerintah memberikan jaminan pasar domestik bagi industri dalam negeri dengan memberlakukan Bea Masuk Tindak Pengamanan (BMTP) produk kain dan pakaian jadi.

“BMTP tidak mengganggu kinerja ekspor, karena tidak mempengaruhi penyediaan bahan baku produsen pakaian tujuan ekspor yang mayoritas berada di Kawasan Berikat (KB) atau Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),” terang Rizal dalam webinar “Kebangkitan Industri Tekstil Indonesia”, di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (1/7/2021) siang.

Baca juga: Sukses Jadi Pengusaha Muda, Billy Martasandy Ungkap Pentingnya Mencintai Bidang Bisnis yang Dijalani

Baca juga: Depok Terapkan PPKM Darurat, Wali Kota Idris: Jangan Panik

Baca juga: Rutin Konsumsi Air Jeruk Nipis, Ini 7 Manfaat yang Akan Dirasakan Tubuh Kamu

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved