Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Depok Terapkan PPKM Darurat, Wali Kota Idris: Jangan Panik

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan siap merealisasikan pembatasan-pembatasan PPKM Darurat

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat dijumpai wartawan di Kantor MUI Depok, Rabu (19/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kota Depok masuk dalam daerah yang ditetapkan PPKM Darurat Jawa-Bali bersama sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan siap merealisasikan pembatasan-pembatasan yang ada dalam peraturan PPKM Darurat tersebut.

“Kita sangat mendukung untuk kita realisasikan pembatasan-pembatasan, dan bahkan ada ditutupnya beberapa kegiatan-kegiatan di masyarakat,” ujar Idris dalam rilis videonya, Kamis (1/7/2021).

Idris mengatakan, tentunya kebijakan pembatasan ini berdampak pada ketidaknyamanan masyarakat Kota Depok.

Namun demikian, Idris meminta agar seluruh warganya jangan panik.

“Ya pertama tentunya ini suasana yang sangat tidak nyaman bagi kita semua, tapi harapan kami seluruh warga Kota Depok khususnya jangan panik,” katanya.

“Tetap kita hadapi dengan suasana yang enjoy, meskipun memang pembatasan ini berdampak erat langsung dengan masyarakat yang sehat. Tapi ini adalah kondisi dimana kita tidak bisa menyalahkan satu sama lain, tidak boleh merasa paling super dalam penanganan, kita sama-sama bekerja sama,” lanjutnya.

Baca juga: DPRD Dukung Pemprov DKI Jadikan Gedung Sekolah sebagai Tempat Vaksin Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 di DKI Hari Ini Tambah 7.541, Dinas Kesehatan: 13 Persen Anak Usia Di Bawah 18 Tahun

Baca juga: Gubernur Anies: 55 Anak Jakarta Terpapar Varian Baru Covid-19

Lebih lanjut, Idris berujar bahwa penerapan PPKM Darurat ini baru akan berlangsung mulai tanggal 3 Juli 2021 hingga dua pekan mendatang.

“Untuk penerapan PPKM Darurat atau PSBB total ini, baru akan berlangsung dari tanggal 3 Juli, yaitu hari Sabtu, diperkirakan dua pekan ke depan. Ketidaknyamanan kita menjadi dua pekan kedepan, berarti sekitar tanggal 20 juli ya,” tuturnya.

“Nah ini kami harapkan kita bisa kerjasama dan kesadaran masyarakat kami butuhkan untuk bisa terlaksananya dan kelancaran agenda ini, sehingga tidak ada keributan, kita saling memahami dan memaklumi kondisi ini, itu harapan kami,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved