Jakarta Dikepung Banjir
Jelang Musim Hujan, Wagub DKI Minta Warga Siap Siaga Atasi Banjir hingga Awal Tahun 2022
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, program-program pencegahan banjir terus dikebut beberapa waktu terakhir ini.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang musim hujan tiba, beragam upaya dilakukan Pemprov DKI untuk mengantisipasi banjir.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, program-program pencegahan banjir terus dikebut beberapa waktu terakhir ini.
"Percepatan program-program tahun ini terus dilakukan, seperti pengerukan, program gerebek lumpur, sungai, kali, hingga waduk," ucapnya, Rabu (1/9/2021).
Koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pun terus ditingkatkan guna mencegah banjir yang kerap melanda saat musim hujan tiba.
"Perlu kerja sama yang baik di sini, antara BPBD dengan dinas terkait untuk mempersiapkan antisipasi banjir seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya di Balai Kota Jakarta.
Orang nomor dua di DKI ini pun mengajak seluruh warganya siap siaga menghadapi ancaman bencana banjir.
Menurutnya, hal ini perlu dilakukan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat banjir menerjang permukiman warga.
Baca juga: Ribuan Ibu Hamil dan Pasien Komorbid di Kabupaten Tangerang Sudah Divaksin Pakai Pfizer
"Yang lebih penting itu kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi banjir tahun ini dan awal tahun depan," kata Ariza.
Dilansir dari Kompas.com, prediksi musim hujan di Indonesia akan datang lebih awal atau maju dari biasanya.
Masyarakat diminta untuk bersiap melakukan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers daring, Kamis (26/8/2021).
BMKG memprediksikan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 14,6 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada September 2021, meliputi Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.
Kemudian 39,1 persen wilayah pada Oktober 2021, meliputi Sumatra bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali.
Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi.