Skandal Oknum KPI Pusat

Polisi Pastikan Usut Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI, 5 Terlapor Segera Diperiksa

Polisi memastikan bakal mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat ditemui di Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (30/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi memastikan bakal mengusut kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berinisial MSA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, MSA telah membuat laporan polisi (LP) di Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (1/9/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

MSA mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat dengan didampingi oleh Komisioner KPI Pusat.

"Sekarang laporan sudah kita terima, keterangan awal sudah kita ambil dari si pelapor," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/9/2021).

Setelah memeriksa MSA, polisi berencana memanggil 5 orang terlapor yang diduga melakukan pelecehan seksual.

"Kami akan periksa atau klarifikasi, termasuk 5 orang yang dilaporkan tersebut," ujar Yusri.

Dugaan pelecehan seksual yang dialami MSA terjadi pada 2015.

Baca juga: Pengakuan Pegawai KPI Diduga Korban Pelecehan Seksual, Dikeroyok 5 Orang di Ruang Kerja

"Memang ada kejadian itu di tahun 2015 yang lalu. Tanggal 22 Oktober 2015 pukul 13.00 di Kantor KPI Pusat, Jalan Gajah Mada," kata Yusri.

Kepada polisi, MSA mengaku saat itu dirinya tengah berada di ruang kerja. 

Secara tiba-tiba, ia didatangi oleh lima orang yang merupakan terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual ini.

"Terlapornya ada 5. Yang pertama inisialnya RN, kedua MP, ketiga RT, kemudian EO, dan kelima CL," ungkap Yusri.

Kelima orang tersebut, lanjut Yusri, kemudian langsung memegangi badan MSA dan melakukan tindakan tak senonoh.

"Para terlapor langsung memegang badan. Itu pengakuannya (MSA). Kemudian melakukan hal yang tidak senonoh, mencoret-coret. Ini yang kemudian dilaporkan," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved