Kang Dedi Mulyadi Melongo Lihat Istana Sultan Kades Ciririp di Kaki Gunung, Ini Sumber Uangnya
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi sampai melongo melihat adanya rumah mewah bak istana yang ternyata milik Kades Ciririp.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi sampai melongo melihat rumah mewah bak istana milik Kades Ciririp di Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Mantan Bupati Purwakarta ini penasaran dari mana sumber uang sang kades yang bernama Mahdum hingga bisa membangun rumah mewah layaknya istana sultan.
Pasalnya, bila mengandalkan gaji sebagai kades tak akan mungkin bisa setajir ini.
Akhirnya, politikus Golkar ini menanyakan langsung kepada Kades Mahdum.
"Dia punya usaha, jadi bukan dari korupsi, tapi dari usaha ikan," ujar Kang Dedi menjelaskan kekayaan Kades Mahdum dilansir dari akun Youtube miliknya, Jumat (3/9/2021).
Baca juga: Kang Dedi Soroti Ini Saat Kunjungi Istana Megah Kades Ciririp: Kalau Sultan Sekalian Jangan Tanggung
Pria yang akrab disapa Kang Dedi atau KDM ini semakin kaget, mengetahui penghasilan sang kades mencapai Rp 30 juta sehari.
Hal itu setelah dia menghitung sendiri kalkulasi uang yang didapat sang kades dari mengirim ikan tiap harinya.
Mahdum setiap harinya mengirimkan 15 ton ikan untuk dijual ke wilayah Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta Utara, dan pasar di Merak, Banten.

"Berangkat jam 4 sore, masarinnya jam 12 malam sampai pagi. Sehari 15 ton," kata Mahdum kepada Kang Dedi.
Mahdum menuturkan, dirinya mengambil untung Rp 2 ribu dari setiap ikan mas yang dikirimnya ke Jakarta dan Merak.
Selain ikan mas, dia juga menyuplai ikan nila.
"Di sini ikan mas Rp 21 ribu perkilo, dijual Rp 23 ribu," kata Mahdum.
Ia menaksir jika Rp 2 ribu dikali 15 ton, sehari bisa mendapatkan Rp 30 juta, dipotong biaya produksi Rp 5 juta, sehingga bersih mendapat Rp 25 juta sehari.
Baca juga: Kades Penghasilan Rp 30 Juta Sehari, Anak Buahnya Saja Pakai Motor Sport, Kang Dedi Tanya Usahanya
"Sultan dari Ciririp," ujar Kang Dedi.
Anak Buah Kades Pakai Motor Sport
Kang Dedi ini sebenarnya tak sengaja melihat rumah mewah bak istana sultan milik Kades Ciririp.

Hari itu berkeliling naik Vespa matic hendak menuju Gunung Sanggabuana, perbatasan antara Kabupaten Purwakarta dan Karawang.
Keberadaan rumah mewah yang menghadap ke Waduk Jatiluhur itu begitu mencolok di antara rumah warga lainnya.
Rumah lantai dua berwarna kuning gading itu memiliki pilar cukup besar layaknya sebuah istana.
Di halaman rumah ada begitu banyak mobil, mulai dari Toyota Alphard hingga truk.
Dalam video pertama yang menggambarkan rumah mewah Pak Kades, Kang Dedi tak sampai bertemu pemiliknya.
Barulah di video selanjutnya, Kang Dedi kembali melewati rumah mewah tersebut dan disambut oleh sang pemilik dan warga sekitar.
Mahdum diketahui sebagai pengusaha ikan di kawasan Bendungan Jatiluhur.
Baca juga: Serasa Ada Naluri Prabu Siliwangi, Anjuran Kang Dedi Ampuh Usir Harimau Serang Peternakan Warga
"Daerah pegunungan, daerah hutan melahirkan banyak orang kaya bukan dari gunung dan hutan tapi dari airnya," ucap Kang Dedi.
Kang Dedi mengapresiasi usaha Mahdum dan sejumlah warga lokal yang sukses berkat budi daya keramba di Bendungan Jatiluhur.
Menurutnya, sudah seharusnya warga lokal yang mengelola untuk kesejahteraan mereka.

Jangan sampai justru warga lokal hanya dimanfaatkan oleh para pengusaha besar dari wilayah lain.
Mahdum mengakui saat ini harga ikan sudah berada di harga yang bagus untuk para pedagang sepertinya.
Hal itu berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya yang harganya terlalu jatuh.
Kang Dedi yang bertugas di Komisi IV DPR RI yang salah satunya membidangi masalah perikanan berjanji akan berkoordinasi agar harga jual tetap stabil.
Soroti Atap Garasi Rumah Sang Kades
Layaknya konten gerebek rumah, Kang Dedi mengelilingi rumah mewah layaknya istana milik sang kades.
Pertama yang dikritik Kang Dedi itu ialah pintu gerbang dari istana mewah sang kades itu.
Baca juga: Kemarin Tolak Rp2 Juta di Jalan, Kini Mama Muda Sumringah Dipanggil Kang Dedi: Langsung Minta Foto
"Ini pintu gerbangnya jelek," ucap Kang Dedi.
Setelahnya, Kang Dedi berkeliling melihat deretan kendaraan yang terparkir di halaman rumah sang kades.
Terpantau ada lima mobil pribadi, satu truk dan satu mobil bak terbuka yang terparkir di sana.

Bahkan, ada tiga mobil yang dibeli bersamaan oleh sang kades dalam kurun waktu sebulan.
Sementara itu, ada pula satu motor sport yang terparkir di halaman rumah Kades Ciririp.
"Itu punya anak buah," jawab Kades Ciririp.
Dari sekian banyak mobil yang terparkir, Kang Dedi menyoroti mobil Toyota Alphard milik sang kades yang dirasa sudah terlalu tua.
Adapun Alphard milik Kades Ciririp adalah keluaran tahun 2010.
"Sudah kolot (tua) ini, harus ganti dong yang baru. Masa sultan Alphardnya begini," pinta Kang Dedi.
Selain gerbang dan Alphard, ada satu hal lain yang disorot Kang Dedi dari kediaman Kades Ciririp.
Bahkan, Kang Dedi menyebut keberadaan benda itu membuat jatuh kesan sultan di diri sang kades.
Pasalnya, Kades Mahdum Hal menggunakan asbes untuk atap garasi kendaraan miliknya dan jauh dari kesan wah.
"Masa orang kaya pakai asbes. Kalau sultan sekalian jangan tanggung-tanggung," seru Kang Dedi.