Pembelajaran Tatap Muka

Kabar Baik! Mas Anies Pastikan Tak Ada Kasus Positif Covid-19 saat Gelar PTM di 610 Sekolah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan lima hari pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya tak ada kasus positif Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana PTM di SMAN MH Thamrin, Cipayung, Jakarta Timur - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan lima hari pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya tak ada kasus positif Covid-19.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan lima hari pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya tak ada kasus positif Covid-19

"Ada 610 sekolah yang ikut (PTM), baru lima hari ini tidak ada temuan apapun," kata Anies, sapaannya, kepada Wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Meski begitu, Anies mengatakan pihaknya terus menilai sistem PTM ini pada 610 sekolah tersebut. 

"Kami pantau terus sambil melakukan dua asesmen (penilaian), pertama asesmen infrastruktur dan asesmen untuk para orang tua, guru, dan kepala sekolah," jelas Anies.

"Kalau dua asesmen sudah lewat, mereka bisa ikut PTM juga. Jadi, sekarang kita sedang melakukan itu, semoga lebih banyak lagi sekolah yang bisa melakukan PTM," lanjut Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri secara virtual acara U20 Mayor Summit 2021 bersama para pemimpin G20 pada Jumat (3/9/2021) malam lalu.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri secara virtual (PPID Jakarta)

Sebelumnya, sebanyak 610 sekolah di Jakarta siap melaksanalan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (30/8/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan ratusan sekolah tersebut dibatasi untuk jumlah siswanya hanya 50 persen dari kapasitas normal.

Baca juga: Sudah Gelar PTM, Tak Ada Siswa SMAN Unggulan MH Thamrin yang Tinggal di Asrama Sekolah

"PTM terbatas tahap satu di Provinsi DKI Jakarta akan digelar dengan kapasitas 50 persen pada setiap satuan pendidikan," kata Nahdiana, kepada Wartawan, Jumat (27/8/2021).

Namun, kata Nahdiana, jenjang PAUD, SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal lima peserta didik per kelas.

Seluruh sekolah diwajibkan menjaga menjaga jarak minimal 1,5 meter.

"Pelaksanaannya pun tentu tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena untuk PAUD dan SLB masih sangat membutuhkan pendampingan dari orang tua," jelas Nahdiana.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Nahdiana, saat diwawancarai Wartawan mengenai pembelajaran tatap muka, di SMKN 2 Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Nahdiana, saat diwawancarai Wartawan mengenai pembelajaran tatap muka, di SMKN 2 Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Nahdiana menuturkan, aturan ini sesuai dengan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1026 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Covid-19

Dia menambahkan, capaian vaksinasi tenaga pendidik DKI Jakarta berjumlah 85,15 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved